PALU, MAL – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dijalankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN hadir membantu keluarga prasejahtera melalui penyaluran bantuan sembako kepada lima warga di Kota Palu.
Penyaluran bantuan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (9/10).
Penerima manfaat terdiri atas dua ibu hamil, satu ibu menyusui, dan dua ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta).
Salah satu penerima bantuan, Yunita (35), warga Kelurahan Tatura Utara, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Bagi ibu lima anak tersebut, bantuan sembako menjadi dukungan berarti di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Sehari-hari, kebutuhan keluarga Yunita ditopang oleh penghasilan suaminya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online Maxim. Untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, Yunita juga menjalankan usaha jualan daring.
“Pendapatan suami biasanya bersih sekitar Rp100.000 sampai Rp150.000 sehari, tergantung orderan. Kalau dibilang cukup, ya dicukup-cukupkan,” cerita Yunita.
Ia mengakui, memenuhi kebutuhan lima anak bukan perkara mudah. Pengeluaran harian, termasuk kebutuhan popok bayi, menjadi salah satu tantangan yang harus dipenuhi di tengah penghasilan keluarga yang terbatas.
Meski demikian, Yunita bersyukur pemenuhan nutrisi anak bungsunya relatif terbantu karena masih mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) tanpa susu formula. Anak tersebut juga mulai diberikan makanan pendamping ASI berupa bubur yang dicampur sayuran, ikan, tahu, dan tempe.
“Kalau makan sekarang, sudah mulai diberikan makanan pendamping yang disaring, seperti bubur dicampur sayur, ikan, tahu, dan tempe,” tambahnya.
Yunita berharap bantuan serupa dapat terus diberikan kepada keluarga lain yang membutuhkan.
Ia juga berkomitmen untuk terus bekerja keras demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada BKKBN Provinsi. Insya Allah, kami sebagai orang tua akan terus bekerja keras agar ke depan masa depan anak-anak kami bisa lebih baik. Pesan untuk pemerintah, kalau bisa terus memerhatikan dan menyalurkan bantuan bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan dan kepedulian bersama dari berbagai pihak.
Menurutnya, Program Genting menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak dini.
“Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui Program Genting ini, kami berupaya menggerakkan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang layak sejak dini demi menyongsong generasi emas Indonesia,” ujar Nuryamin.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Perwakilan BKKBN Sulteng mendorong penguatan kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki anak bawah dua tahun.
Dukungan terhadap kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pemenuhan gizi keluarga dan mencegah risiko stunting sejak dini. *
