PALU, MAL – Kota Palu dan wilayah sekitarnya diguncang Gempa 6,7 Palu dengan kekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11:27:44 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kejadian ini tidak berpotensi tsunami.

Episentrum Gempa 6,7 Palu ini tercatat berada di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman dangkal ini, kurang dari 50 kilometer, menandakan gempa bumi tersebut dapat menimbulkan getaran kuat di permukaan.

Dengan magnitudo di atas 6,0, Gempa 6,7 Palu dikategorikan sebagai gempa besar yang berpotensi menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang. Meskipun demikian, BMKG secara resmi telah mengonfirmasi bahwa tidak ada potensi tsunami dari kejadian ini, memberikan kepastian awal kepada masyarakat sesuai sistem peringatan dini gempabumi nasional.

Secara geologis, gempabumi ini merupakan akibat dari aktivitas tektonik kompleks di wilayah Sulawesi Tengah, sebuah daerah yang dikenal sangat aktif secara seismik di Indonesia. Posisi Palu yang dekat dengan zona sesar aktif dan dinamika bawah laut semakin memperkuat kerentanan wilayah ini terhadap gempabumi seperti Gempa 6,7 Palu.

Masyarakat di Palu dan beberapa wilayah Sulawesi Tengah melaporkan merasakan guncangan. Hingga pukul 11:42 WITA, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa, sementara pemerintah daerah dan lembaga terkait masih melakukan verifikasi lapangan.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada sejarah kelam bencana di Palu yang pernah diguncang gempa magnitudo 7,5 pada 28 September 2018. Gempa 2018 tersebut memicu tsunami dan likuefaksi yang menyebabkan ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur besar-besaran, menjadi pelajaran penting bagi mitigasi bencana di masa depan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga diminta untuk selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah, seperti situs web Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, untuk pembaruan informasi terkini.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Apabila ditemukan kerusakan infrastruktur akibat getaran yang terjadi, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut demi keamanan dan keselamatan bersama.