Empat Kabupaten di Sulteng Kekurangan Dokter BPJS

oleh -

PALU – Laporan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Sulawesi Tengah (Sulteng) sampai bulan Agustus 2021 di Provinsi Sulteng tercatat, 536 tenaga dokter. Artinya jumlah tenaga dokter di Provinsi Sulteng sudah mencukupi, namun terdapat empat kabupaten yang masih kekurangan tenaga dokter, yakni Kabupaten Banggai, Buol, Kabupaten Parimo dan Tojo Una-una.

Deputi Direksi BPJS Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara dr Medianti Ellya Permatasari berharap kekurangan tersebut segera ditangani.

“Saya berharap kekurangan tenaga dokter tersebut dapat diperhatikan, guna memastikan pelayanan kesehatan lebih optimal kepada peserta BPJS.

“Dengan pertemuan ini kita bisa saling diskusi dan memberikan masukan terkait adanya permasalahan di lapangan,” ujar dr Merdianti, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulteng, di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Senin tadi.

Selain itu, menurut dr.Medianti Ellya lagi, dari jumlah penduduk Indonesia, jumlah peserta BPJS kesehatan sebanyak 83 persen. Sementara di Provinsi Sulteng peserta BPJS kesehatan sebanyak 84,04 persen dari jumlah penduduk 3,034,513 jiwa atau 2,500.130 peserta.

Diharapkan tahun 2024 jumlah Peserta BPJS di Indonesia mencapai 98 persen.

“Harapan kami dukungan dan kerjasama dari Pemerintah setempat, karena tanpa kerja sama BPJS kesehatan tidak dapat berdiri sendiri,” ujar dr Medianti Ellya Permatasari di depan Sekdaprov Sulteng Mulyono.

Sementara Sekdaprov Sulteng Mulyono mengatakan, kehadiran BPJS Kesehatan adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah, secara keseluruhan. Olehnya peserta BPJS jangan sampai tidak tercover oleh BPJS, sehingga terkatung-katung.

“Kalau tidak tercover oleh BPJS, kalau ada yang sakit siapa yang obati dan siapa yang biayai. Jangan seperti itu! Saya harap semua masyarakat Sulteng dapat tercover di dalam kepesertaan BPJS kesehatan,” katanya.

Menurutnya, kehadiran pihak BPJS mesti menjadi satu komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulteng di bidang kesehatan. Pemprov berharap sinergitas forum pemantau kepentingan utama, dapat berjalan secara efektif dan efisien.

“Jangan rapat seperti ini BPJS hanya menggelar sekali-sekali, berjarak- jarak. Biasanya orang itu ingat sekarang besoknya lupa. Bagaimana kalau lupa lagi tidak bisa diingatkan,” tegur Sekdaprov Sulteng Mulyono.

Reporter: Irma/Editor: Nanang