TOUNA, MAL — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) sukses menggelar Rakor Lintas Sektor Kesehatan. Acara penting ini berlangsung di Hotel Ananda pada Senin (27/07/2026), bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi demi mengatasi berbagai tantangan pembangunan kesehatan di daerah.

Rapat koordinasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tojo Una-Una, dr. Niko. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kapolres Tojo Una-Una, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pemerintah kecamatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat Touna.

Dalam sambutannya, dr. Niko menegaskan kompleksitas tantangan pembangunan kesehatan saat ini yang tidak mungkin diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Keberhasilan pembangunan kesehatan, menurutnya, menuntut sinergi dan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur pemerintah maupun masyarakat.

“Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh lintas sektor agar setiap program yang kita laksanakan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata dr. Niko.

Ia menambahkan, masyarakat yang sehat adalah modal utama pembangunan daerah. Tanpa masyarakat yang sehat, produktivitas akan menurun, kualitas pendidikan terganggu, serta pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah, dunia usaha, hingga elemen masyarakat.

Menurut dr. Niko, forum Rakor Lintas Sektor Kesehatan ini menjadi platform strategis untuk menganalisis persoalan kesehatan berdasarkan data riil di lapangan. Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan bentuk dukungan lintas sektor serta rencana tindak lanjut yang terarah.

“Melalui rapat koordinasi ini kita berharap dapat menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus menyusun langkah-langkah bersama dalam pengendalian penyakit menular, pencegahan penyakit tidak menular, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan kesehatan lingkungan,” jelas dr. Niko.

Kabupaten Tojo Una-Una, ungkapnya, masih menghadapi sejumlah persoalan kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus. Di antaranya adalah penanganan tuberkulosis (TBC) sebagai program prioritas nasional dan peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) menjelang musim penghujan.

Selain itu, prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus juga menjadi tantangan yang belum menunjukkan hasil pengendalian menggembirakan. Capaian imunisasi dasar lengkap di Touna saat ini baru sekitar 60 persen, jauh dari target minimal 70 persen, apalagi idealnya 90 persen untuk mencapai kekebalan kelompok.

Dr. Niko mengingatkan, jika target imunisasi tidak tercapai, risiko terjadinya kembali wabah campak sangat besar, seperti yang pernah terjadi di awal tahun ini. Isu kesehatan lingkungan, deteksi dini penyakit, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga perlu terus diperkuat, mengingat sebagian besar persoalan kesehatan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.

Melalui Rakor Lintas Sektor Kesehatan ini, Dinkes P2KB ingin membangun paradigma baru dalam penyelesaian persoalan kesehatan. Jika selama ini fokus pada pelaksanaan program, maka ke depan kebijakan dan intervensi akan didasarkan pada data dan bukti ilmiah yang valid.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun paradigma baru dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Selama ini kita selalu membahas program, tetapi ke depan kita akan memulai dari masalah yang dibuktikan oleh data. Setiap keputusan harus didasarkan pada bukti dan kondisi nyata di lapangan,” kata dr. Niko.

Keberhasilan pembangunan kesehatan, menurutnya, tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari seberapa kuat kolaborasi seluruh pihak. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan, kolaborasi sebagai budaya kerja, dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai tujuan bersama.

“Saya berharap hasil dari rapat koordinasi ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Mari kita jadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan, kolaborasi sebagai cara bekerja, dan kesehatan masyarakat sebagai tujuan bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mewujudkan masyarakat Tojo Una-Una yang lebih sehat dan berkualitas,” tutup dr. Niko.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap melalui Rakor Lintas Sektor ini, koordinasi antarinstansi semakin solid. Tujuannya agar seluruh program pengendalian penyakit menular, pencegahan penyakit tidak menular, peningkatan cakupan imunisasi, dan penguatan kesehatan lingkungan dapat dilaksanakan secara efektif, terpadu, dan berkesinambungan demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh wilayah.