DONGGALA – Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Gafar Mallo, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISA tahun akademik 2026/2027 di Desa Tamarenja dan Desa Sipeso, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala.
Dalam kegiatan tersebut, Gafar Mallo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Alkhairaat (IKAAL) menyerahkan bingkisan berupa sarung untuk salat dan handuk mandi kepada 25 kepala keluarga mualaf di Dusun III, Desa Sipeso. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada delapan warga mualaf.
“Alhamdulillah, dalam monev KKN UNISA di wilayah Pantai Barat Kabupaten Donggala, kami memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat dan perlengkapan mandi kepada keluarga mualaf. Insyaallah, bantuan ini dapat memberikan manfaat,” kata Gafar.
Penyerahan bingkisan tersebut berlangsung di Mushala Al-Taqwa, Sipeso III, pada Ahad (25/10/2026). Kegiatan itu disaksikan oleh Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Sipeso, Ichi Larasati, serta pengurus mushala atau majelis taklim setempat, Nisbah.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama warga mualaf. Dalam kesempatan itu, Gafar berpesan agar para mualaf terus memperdalam pengetahuan agama, khususnya mengenai syarat dan rukun Islam.
Menurutnya, menjadi seorang muslim atau muslimah merupakan hidayah dari Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga.
“Tidak semua orang memperoleh hidayah untuk menjadi muslim atau muslimah. Karena itu, peliharalah hubungan baik dengan sesama setelah memeluk Islam. Mempertahankan iman dan menjalankan syariat Islam merupakan hal utama,” pesannya.
Gafar juga mengimbau agar masyarakat setempat membentuk majelis taklim sebagai wadah pembinaan dan penguatan pemahaman agama, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dalam bingkai Islam.
Sementara itu, Ichi Larasati dan Nisbah menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warga mualaf di Desa Sipeso. Mereka juga berharap mahasiswa KKN UNISA Palu dapat lebih intensif memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya warga mualaf.
Selain mendorong pembinaan keagamaan bagi warga mualaf, Gafar Mallo, selaku pengurus IKAAL Pusat, menyarankan agar segera dirintis madrasah Alkhairaat tingkat dasar di desa tersebut.
Menurutnya, keberadaan madrasah diharapkan dapat membantu anak-anak memperoleh dasar pengetahuan agama yang kuat sejak dini.**
