Dakwah Ilallah, Jalan Jihad Da’i Parmusi Sulteng Membentengi Aqidah Ummat

oleh -
Muh. Afdhal Zainal

Melihat medan dakwah yang begitu luas, kendala apa saja yang paling sering Anda temui bersama tim?

Kami mengalami keterbatasan kendaraan operasional. Setiap kami melakukan ekspedisi dakwah, kami membutuhkan kendaraan dan harus menyewa rental, sehingga kami berfikir bagaimana caranya bisa memiliki kendaraan operasional sendiri sehingga dimanapun kami turun bisa lebih mudah tanpa harus memikirkan sewa rental.

Adakah pengalaman buruk yang ditemui selama menempuh perjalanan dakwah?

Seringkali hampir jatuh di jurang atau terperosok ke semak-semak, karena memang daerah yang dituju itu medannya cukup ekstrem, seperti di Dusun Tompu. Beberapa kali juga kendaraan kami rusak di perjalanan dan harus diganti dengan biaya yang cukup mahal. Kadangkala waktu yang dijadwalkan tiba di tempat tujuan, tidak sesuai dengan rencana atau meleset.

Begitu juga kalau kita masuk ke daerah pulau yang harus menyeberang laut seperti di Awesang, jika kelebihan muatan membuat kami kadang-kadang khawatir jika perahunya tenggelam, apalagi ketika ada ombak.

Empat da’i bersaudara bersama sejumlah da’i Parmusi. (FOTO: media.alkhairaat.id/Rifay)

Melihat banyaknya rutinitas yang memakan waktu dan tenaga, apa yang menjadi motivasi dan semangat Anda bersama tim untuk tidak lelah melakukan itu?

Teman-teman ini terus kami motivasi untuk bekerja dengan ikhlas karena yang menilai kita adalah Allah Subhanahu Wata’ala dan suatu saat apa yang kita perjuangkan tidak akan sia-sia dalam pandangan Allah.

Anda bersama kakak ipar dan adik baru saja mendapatkan award dari Ketum Parmusi Pusat sebagai da’i berprestasi. Kriteria apa yang menjadikan Anda dan saudara bisa meraih penghargaan itu?

Setiap kegiatan dakwah kami selalu laporkan ke pusat. Mungkin inilah yang menjadi penilaian sehingga mendapatkan apresiasi. Untuk itu, terkhusus kami sampaikan terima kasih dari kami da’i bersaudara kepada Parmusi Pusat, karena selain penghargaan, kami juga diberangkatkan umroh gratis bersama kedua orang tua kami. Sekali lagi, kami tidak pernah berharap dan menyangka bisa mendapatkan semua itu. Kami hanya berniat lillahi ta’ala ternyata Allah kasih kami hadiah. Masya Allah.

Terakhir, apa pesan Anda untuk para da’i agar selalu kuat berjuang dalam agama Allah?

Pesan kami, berjuanglah karena Allah, maka Allah akan mudahkan langkah kita di manapun kita berada. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Dan Allah ulangi lagi, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan” maka siapa yang bersungguh-sungguh, Allah akan berikan jalan. Kami selalu support teman-teman, berjuanglah karena Allah. Dunia akan ada dalam genggaman kita, jika Allah yang menjadi tujuan kita. ***