PALU – Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Peovinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah merumuskan visi misi dan program kerja selama periode kepengurusan.

Visi misi dan arah program tersebut diajukan dalam rapat kerja wilayah (rakerwil) DPW PKS Sulteng yang berlangsung di Palu, selama dua hari, Sabtu-Ahad (29-30/11).

BKBN DPW PKS Sulteng memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam pengamanan kegiatan partai, pembinaan kader, hingga penanggulangan bencana.

Ketua BKBN DPW PKS Sulteng, Iwan Rifai, mengatakan, keberadaan BKBN merupakan kekuatan strategis partai di lapangan.

Iwan Rifai menjelaskan, BKBN diarahkan untuk membentuk kader-kader yang tangguh, disiplin, dan berkarakter.

Menurutnya, kader BKBN harus siap siaga dalam berbagai kondisi, baik saat kegiatan partai, aksi sosial, maupun saat terjadi bencana di tengah masyarakat.

“BKBN kita siapkan sebagai garda siaga. Mereka tidak hanya bertugas dalam pengamanan kegiatan partai, tetapi juga dibina untuk memiliki jiwa kepanduan, semangat bela negara, serta kemampuan tanggap darurat,” ujar Iwan Rifai.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama. Kader dibina melalui pelatihan pengamanan, kepanduan, dan bela negara secara berkelanjutan agar memiliki mental yang kuat, fisik yang siap, serta ideologi yang kokoh dalam nilai nasionalisme dan patriotisme.

Tak hanya itu, sistem pengamanan organisasi juga terus diperkuat. Menurut Iwan, BKBN berperan aktif dalam menyusun tim, sistem kerja, serta standar operasional pengamanan dalam setiap agenda strategis partai. Langkah ini dilakukan demi memastikan setiap kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.

“Setiap event strategis partai harus memiliki sistem pengamanan yang profesional dan terkoordinasi. Ini penting untuk menjaga ketertiban dan kedaulatan internal organisasi,” tegasnya.

Di bidang sosial, BKBN juga diarahkan untuk melahirkan kader-kader pelopor yang siap terjun ke tengah masyarakat. Iwan menuturkan, semangat kepanduan, kemandirian, dan kepeloporan terus ditanamkan agar kader bukan hanya aktif dalam struktur partai, tetapi juga hadir memberi solusi di tengah persoalan masyarakat.

Selain itu, peran BKBN dalam kebencanaan juga menjadi perhatian serius. Para kader dilatih untuk memiliki kemampuan tanggap darurat dan SAR, serta dihimpun dalam jejaring relawan kebencanaan yang siap bergerak kapan pun dibutuhkan.

“Kami ingin BKBN menjadi elemen cepat tanggap ketika terjadi bencana. Kader harus siap turun membantu, bukan hanya sebagai simbol, tetapi dengan kemampuan yang terlatih,” jelas Iwan.

Untuk memperluas daya jangkau gerakan, BKBN juga membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas strategis di masyarakat, mulai dari komunitas keamanan, kebencanaan, hingga kepemudaan. Melalui jejaring ini, diharapkan terbangun simpul dukungan sosial yang kuat bagi gerakan partai.

Dari sisi internal, Iwan menegaskan perlunya manajemen organisasi yang rapi dan terukur. BKBN, kata dia, menyusun rencana kerja serta laporan kinerja, mengelola struktur sekretariat dan departemen, serta menjalankan koordinasi lintas bidang sesuai arahan pimpinan partai.

“Inti gerak BKBN adalah membangun dan menggerakkan sistem kepanduan, pengamanan, bela negara, dan jejaring komunitas sebagai kekuatan strategis partai, baik dalam kaderisasi, pengamanan, tanggap bencana, maupun pengaruh sosial,” pungkasnya.