PALU – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhamad Irfan Sukarna, menyatakan, pihaknya menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 1447 H yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Rabu (18/02).

Irfan menjelaskan, jumlah uang yang disiapkan tahun ini meningkat 39 persen dibandingkan kesiapan pada periode yang sama tahun 2025.

Kata dia, peningkatan tersebut untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai, khususnya pecahan kecil yang lazim digunakan saat tradisi berbagi di momen Idulfitri.

“Momentum Ramadan dan Idul Fitri memiliki karakteristik yang khas. Masyarakat membutuhkan pecahan tertentu, terutama pecahan kecil yang memiliki makna tersendiri saat dibagikan kepada keluarga dan anak-anak,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Program SERAMBI tahun ini mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” yang menegaskan komitmen BI dalam menjaga ketersediaan rupiah, memastikan layanan penukaran berjalan optimal melalui kolaborasi dengan perbankan, serta mengedukasi masyarakat untuk cinta, bangga, dan paham rupiah.

Kata dia, dalam rangka optimalisasi layanan, BI Sulteng meningkatkan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di sejumlah titik rumah ibadah dan tempat umum, mencakup Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan Peduli Mudik di Pelabuhan Donggala.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya,” katanya.

Selain itu, lanjut Irfan, BI memperkuat sinergi dengan perbankan melalui pembukaan 26 titik layanan penukaran uang yang melibatkan 22 bank, dengan total 52 frekuensi layanan.

Titik layanan tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk hingga perbatasan Pasangkayu. Frekuensi layanan penukaran ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BI juga memprioritaskan pengeluaran uang rupiah dalam kondisi layak edar untuk masyarakat yang mendaftar melalui aplikasi PINTAR di laman pintar.bi.go.id.

Melalui skema ini, pelayanan penukaran uang pada SERAMBI 2026 ditargetkan menjangkau lebih dari 16.000 penukar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026.

“Jumlah tersebut belum termasuk layanan penukaran yang disediakan oleh perbankan kepada nasabahnya. Informasi terkait jadwal dan lokasi layanan dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Bank Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Kepala KPwBI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, Ketua PB Alkhairaat Ustadz Husen Habibu, Pimpinan Ponpes Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Dr Hasan Aljufri, HPA, WIA, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Selain peluncuran program SERAMBI, kegiatan juga diisi dengan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, QRIS, dan perlindungan konsumen.