PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya penguatan klinik dan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di era program BERANI Sehat.
Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya, Palu, Kamis (21/5).
Menurut Wagub Reny, layanan kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik harus menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien agar rumah sakit tidak mengalami penumpukan.
“Selesaikan dulu di primer, di puskesmas atau klinik, supaya rumah sakit tidak penuh,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, tingginya animo masyarakat terhadap program BERANI Sehat membawa dampak besar bagi sektor pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Sepanjang 2025, program layanan kesehatan gratis bagi pemegang KTP Sulteng itu telah membantu lebih dari 173 ribu warga.
Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, kepesertaan nonaktif akibat tunggakan iuran, maupun status Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dicabut.
Namun di sisi lain, meningkatnya akses layanan kesehatan turut berdampak pada melonjaknya jumlah pasien di rumah sakit rujukan, termasuk RS Undata.
“Tujuh puluh persen pelayanan langsung ke rumah sakit,” ungkapnya, seraya menilai banyak kasus sebenarnya masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan primer sebelum dirujuk ke layanan lanjutan.
Karena itu, melalui Smart Primary Care Expo and Symposium, Wagub berharap tenaga kesehatan memperoleh strategi dan penguatan kapasitas untuk meningkatkan mutu layanan primer sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit.
“Semoga dari kegiatan ini lahir strategi-strategi terbaik untuk meningkatkan kualitas pelayanan primer,” harapnya.
Sebagai langkah penguatan implementasi BERANI Sehat, Wagub Reny juga mengungkapkan rencana kerja sama melalui penandatanganan MoU antara klinik dan BPJS Kesehatan guna memperkuat layanan kesehatan primer di Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang diprakarsai Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Sulawesi Tengah itu turut dihadiri Ketua ASKLIN Pusat dr. Eddi Junaidi, Ketua ASKLIN Sulteng dr. H. Muhammad Akbar, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, pengelola klinik kesehatan, serta berbagai organisasi profesi kesehatan.
Dengan penguatan layanan primer, Pemprov Sulteng berharap pelayanan kesehatan semakin cepat, merata, dan mudah diakses masyarakat tanpa harus menumpuk di rumah sakit.***

