PALU – Himpunan Kelurga Alumni Alkhairaat (HIKMAT) Mesir turut mengecam ujaran kebencian dan penghinaan yang dilakukan Fuad Plered terhadap Pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

Kecaman HIKMAT tertuang dalam surat penyataan sikap Nomor: 01-A9/DP- HIKMAT/XXV/III/1446-2025 yang ditandatangani Ketua HIKMAT Mesir, Edi Lukito dan Sekretaris, Muhammad Said Ramadhan, tertanggal 03 Syawal/02 April 2025, di Kairo.

Ketua HIKMAT Mesir, Edi Lukito, mengatakan, Fuad Plered sampai saat ini belum melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara tulus atas tindakan yang dilakukannya.

“Alih-alih meminta maaf atas apa yang diucapkannya, Fuad Plered kembali membuat tuduhan-tuduhan yang tidak benar terhadap lembaga Alkhairaat dan murid-murid Alkhairaat atau para abna,” terang Edi Lukito.

Tindakan yang dilakukan Fuad Plered itu, lanjutnya, tidak hanya mencoreng nama baik Alkhairaat, namun juga telah menyakiti hati seluruh abnaul khaitaat. Selian itu, tindakan Fuad Plered tersebut telah memicu pertikaian dan konflik ditengah masyarakat.

Atas tanggung jawab moral dan komitmen menjaga nama baik Alkhairaat serta pendiri Alkhairaat dan juga menjaga kesatuan serta keharmonisan di tengah masyarakat, maka HIKMAT mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses Fuad Plered dan memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Selanjutnya, mengajak seluruh masyarakat di seluruh dunia untuk tetap mengawal kasus ini sampai tuntas, hingga Fuad Plered mendapatkan hukuman.

“Mengapresiasi seluruh masyarakat, khususnya abnaulkhaitaat dan pencinta Gurua Tua yang turut mengawal dan menyatakan sikap terhadap penghinaan Guru Tua dan lembaga Alkhairaat,” kata Edi, dalam pernyataan sikapnya.

Kemudian mendukung penuh Sayid Idrus bin Salim Aljufri untuk menjadi pahlawan nasional, yang mana nama Guru Tua telah masuk dalam daftar usulan tahun 2025 oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan tindakan narsis dan ujaran kebencian terhadap individu dan kelompok manapun, sabab tindakan tersebut dapat melahirkan perpecahan dan konflik di tengah masyarakat Indonesia yang beragam,” demikian isi pernyataan sikap tersebut.

Reporter : Hady
Editor : Rifay