Alqur’an Temani Kesendirian Penjual Nasi Kuning Ini

oleh -0 Kali Dilihat
Sumiati

PALU – Duduk sendiri menunggu sesuatu, terkadang membuat kita merasa jenuh. Apalagi sejak pagi hingga siang, tentu teramat bosan. Namun, pemandangan berbeda saat Anda akan membeli nasi kuning yang setiap pagi mangkal di BTN Palupi Kecamatan Palu Selatan, Palu.

Seorang ibu bernama Sumiati (40), di saat langanan lagi sepi, ia menyempatkan waktunya untuk membaca Alqur’an. Tidak hanya Alquran, ada sejumlah amalan-amalan yang dibacanya, sembari menunggu pembeli, seperti salawat Nabi Muhammad dari kitab yang tak lagi bersampul.

Perempuan asal Kulawi keturunan Cina ini, baru saja ditingal suaminya sejak Februari tahun ini. Suaminya meninggal karena mengidap penyakit tumor di bagian perut.

Kini, ia harus membanting tulang untuk menghidupi dua orang anak kandungnya, dua cucu dan dua orang keponakan.

Wanita yang tinggal di kontrakan B 1 Nomor 53 BTN Palupi, ini tampak tegar menjalani hidupnya sebagai tulang punggung keluarga.

“Malam Jum’at, atau subuh, biasa baca surah Al Khafi. Manfaatnya kalau dalam kehidupan banyak sekali, untuk kesehatan dan yang penting saya tidak susah,” ujarnya.

Menjelang waktu salat Subuh, ia selalu mengamalkan bacaan surah-surah di dalam Alqur’an dan Ratibul Haddad. Amalan itu kata dia, didapatkannya dari almarhum bapak yang 50 tahun memeluk Islam.

Sambil meneteskan air mata, ia menceritakan saat merawat suaminya dan mengenang pedidikan agama yang diterapkan almarhum bapaknya.

Menurutnya pendidikan agama orang tua dulu, dimana, saat dirinya tidak melaksanakan salat, mengaji dan puasa, orang tua langsung memberikan hukuman cambuk.  Dan saat ini itu sangat bermanfaat bagi kehidupannya saat ini.

Ketika ditanya kapan mulai berjualan nasi kuning. Dia menjelaskan, sudah tujuh tahun lebih menggelar jualan di kompleks perumahan elit.

Sementara di tempat ia berjualan saat ini, ia tak harus pusing lagi memikirkan biaya sewa tempat. Beruntung, salah seorang warga setempat, dengan rela memberikan halaman rumahnya menjadi lokasi ia berjualan tanpa harus dibayar sepeser pun. Meski demikian, ia tetap dan harus menjaga kebersihan.

“Memang luar biasa berkahnya Allah berikan. Bayangkan saya punya suami sakit dua tahun lebih, dia tidak berjalan lima bulan saya rawat. Tapi syukur Alhamdulillah, suami saya tidak merasakan sakit, karena air yang saya bacakan Alquran lalu saya usapkan air keperutnya.  Suami saya meninggal tanggal 28, bulan dua (Februari), 2017,” tutupnya. (NANANG IP )