Aksi Bela Muslim Uighur, FUI: Jadilah Mujahid Sejati

oleh
Seorang anak kecil membawa bendera tauhid saat aksi di depan DPRD Sulteng, Jumat (28/12). (FOTO: MAL/IKRAM)

PALU – Seratusan kaum muslimin yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Provinsi Sulteng menggelar aksi damai menyikapi penindasan yang dilakukan Pemerintah China terhadap kaum muslimin Uighur, di depan Gedung DPRD Sulteng, Jumat (28/12).

Perwakilan FUI Sulteng, Ustadz Citrawan mengutip Firman Allah Subhanahu Wa Taala dalam surat Al-Hujurat yang  menekankan bahwa hubungan antar mukmin tidak dibatasi negara dan suku.

“Tetapi hubungan seorang mukmin, ketika beriman kepada Allah SWT, maka dia saudara kita. Rasul juga mengingatkan dalam haditsnya yang mengibaratkan hubungan sesama muslim dengan sebuah bangunan yang saling mengokohkan satu dan lainnya,” katanya.

Sementara Ketua FUI Sulteng, Ustadz Hartono, mengatakan, aksi itu atas dasar panggilan iman.

“Dalam konstitusi negara kita, sudah ditegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Tapi hari ini seperti dibungkam. Saya khawatir aksi ini mendapat banyak kecaman dan jadi bidikan. Termasuk dengan adanya bendera tauhid saat ini, yang mungkin dianggap ditunggangi HTI,” ujarnya.

Kalimat tauhid, kata dia, bukanlah milik golongan tertentu, kalimat “la illaha illallah” adalah misan memperberat amal timbangan di akhirat.

“Tapi saat ini menjadi sesuatu yang sensitive. Padahal kitalah orang beriman dan warga negara yang benar-benar melaksanakan konstitusi,” tegasnya.

Sementara Ustadz Ali Firdaus mengatakan, bencana yang paling besar adalah hanya cinta dunia dan jabatan, tetapi tidak cinta umat Islam.

“Oleh karena itu, terus berjuang, jangan pernah surut, walaupun jumlah kita sedikit. Karena sesungguhnya berjuang itu tidak semata-mata untuk menang, tapi untuk menggores tinta sejarah bahwa hari ini kita membela saudara kita yang teraniaya. Jangan pernah merasa takut dan minder kalau kita dituduh teroris,” teriaknya lantang.

Karena, lanjut dia, suatu ketika kalimat teroris ini akan disukai pejuang-pejuang.

“Kita adalah mujahid-mujahid sejati, bukan hanya omong kosong. Jangan takut kalau hanya di SMS aparat dan diancam-ancam,” tegasnya.

Bahkan kata dia, harus siap menghadapi keadaan terburuk dalam membela agama Allah, sehingga Allah juga akan memuliakan kelak di akhiraat.

“Mudah-mudahan yang masih ada iman, imannya disuburkan oleh Allah SWT. Hatinya diberikan hidayah dan jadi pembela agama Allah,” imbuhnya. (IKRAM)

Iklan-Paramitha