AIDA Dorong Pemberian Kompensasi kepada Korban Aksi Terorisme Secara Menyeluruh

oleh -
Hasibullah Satrawi

PALU – Ketua Pengurus  Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi mengatakan, sebagai lembaga yang consern dengan pendampingan korban terorisme, AIDA mengapresiasi negara dan pemerintah Indonesia yang mulai membagikan kompensasi bagi para korban dari aksi terorisme masa lalu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung dana kompensasi sebesar 39,2 miliar kepada 215 korban terorisme dan ahli waris dari korban yang telah meninggal dunia, Rabu (16/12).

Korban-korban tersebut terkait 40 peristiwa tindak pidana terorisme masa lalu.

“Pemberian kompensasi untuk korban aksi terorisme di masa lalu, bisa dipahami sebagai bentuk perbaikan nyata dalam penanganan bersifat komprehensif, sekaligus menjadi perbaikan berkualitas bagi berbangsa dan bernegara,” kata Hasibullah, dalam Short  Course Daring  penguatan perspektif korban peliputan isu terorisme bagi insan media, diikuti media cetak, media daring, televisi dan radio dari berbagai daerah di Indonesia selama tiga hari, Kamis (17/12) ,

Lulusan universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini mengatakan, AIDA mendorong pemberian kompensasi kepada para korban aksi terorisme secara menyeluruh, sesaui ketentuan berlaku.

“Pemberian kompensasi kepada korban aksi terorisme, tidak menggugurkan hak-hak lain di luar kompensasi, karena hak-hak korban pada prinsipnya berdiri sendiri-sendiri,” sebutnya.

Selain itu kata Hasibullah, pihaknya  mendorong kementrian/lembaga terkait  untuk semakin baik dalam memberikan hak kepada korban terorisme, sesuai aturan hukum berlaku, khususnya lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).

“Selain itu mendorong pemenuhan hak-hak korban aksi terorisme, di masa lalu, didasarkan asas keadilan kesepahaman dan keterbukaan,” jelasnya.

Mencermati berbagai kerentanan yang muncul akibat pandemi covid saat ini , kata Hasibullah, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspadai ancaman- ancaman kekerasan, khususnya terorisme.

” Kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi, oleh propaganda kekerasan dari pihak manapun, baik dunia nyata maupun dunia maya, selalu mengedepankan solidaritas sosial dan  senantiasa menjaga perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbaunya.

Reporter: Ikram
Editor: Nanang