PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) atas dukungan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Perkumpulan Imunitas Sulteng dan Caritas Germany menggelar workshop persiapan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Sulteng, di Palu, Rabu (06/07).

Workshop ini membahas komitmen bersama dan persiapan kongres pembentukan Forum PRB Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Pelaksana dan Kesiapsiagaan, BPBD Provinsi Sulteng, Debrina Riawati Tobigo, mengatakan, sudah cukup banyak pelaku penanggulangan bencana dan penggiat adaptasi iklim di Provinsi Sulteng, baik di tingkat pemerintahan, sektor swasta maupun masyarakat yang telah melakukan kerja-kerja kongkret penanggulangan bencana.

Tentunya, kata dia, upaya tersebut perlu terus didorong dan dikembangkan agar tercapai hasil optimal yang mengarah pada berkurangnya risiko bencana.

“Pembentukan forum ini sudah direncanakan sejak hari kesiapsiagaan bencana dan juga melihat semangat teman-teman forum PRB kabupaten kota yang terbentuk sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, Forum PRB akan berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim melalui advokasi, pengawasan, fasilitasi dan konsultasi yang memungkinkan terjadinya pengarusutamaan PRB bagi semua pemangku kepentingan, menuju komunitas yang tangguh dan tanggap bencana.

Sementara itu, menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang di keluarkan BNPB, Provinsi Sulteng sendiri berada pada skor 144,96 atau pada kategori memiliki indeks risiko bencana yang tinggi.

Tentunya, lanjut Diberiana, dengan adanya pembentukan forum, dapat menjadi kekuatan untuk mendorong upaya pengarusutamaan PRB di Provinsi Sulawesi Tengah dalam kebijakan, perencanaan pembangunan maupun mendorong perubahan perilaku seluruh warga Sulawesi Tengah.

Kegiatan pra kongres ini dihadiri oleh perwakilan BPBD (Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong), Forum PRB Kabupaten Sigi, Forum PRB Kota Palu, NGO, HWDI, PPDI, PMI, akademisi, privat sector (swasta) dan menghasilkan kesepakatan waktu pelaksanaan kongres pembentukan Forum PRB Sulteng pada bulan Juli 2022 serta terpilihnya tim formatur untuk mempersiapkan pelaksanaan kongres Forum PRB Provinsi Sulteng.

Ketua Perkumpulan IMUNITAS Sulawesi Tengah, Shadiq, mengatakan, kegiatan ini merupakan tahap awal. Ke depan masih akan ada pertemuan-pertemuan sebelum pelaksanaan kongres.

“Kami (Imunitas) bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah yang didukung oleh CARITAS Germany, hanya melakukan inisiasi awal untuk memfasilitasi proses pembentukan ini. Pada saat kongres nantinya terbuka untuk bisa didukung oleh siapa saja dan tentunya penyelenggaraan kongres akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Shadiq menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama mewujudkan Sulawesi Tengah yang tangguh, inklusi dan adaptif untuk menuju Indonesia Tangguh. *