PALU, MAL – Universitas Tadulako (Untad) menyiapkan penguatan sumber daya manusia (SDM), riset, laboratorium, hingga jejaring kelembagaan untuk mendukung optimalisasi manfaat hilirisasi di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Kolaborasi Nyata, Manfaat Merata” dengan tema “Menyelesaikan Hambatan Sosial dan Lingkungan, Mengoptimalkan Manfaat Hilirisasi” yang digelar di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Kamis (24/9).
Kegiatan ini melibatkan unsur Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, serta unsur pendidikan tinggi dan sains.
Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung proses hilirisasi, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga penyediaan data, bukti ilmiah, inovasi, serta pendampingan kepada masyarakat.
Menurutnya, Untad dapat mengambil peran sebagai knowledge hub melalui riset terapan, pemetaan persoalan, dan penyediaan bukti lapangan.
Kampus juga dapat berperan sebagai independent evidence dengan menyediakan analisis akademik yang transparan dan dapat diuji, sekaligus menjadi community interface melalui pendampingan masyarakat dan penguatan aspirasi berbasis bukti.
“Posisi perguruan tinggi bukan hanya sebagai tempat menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah, industri, masyarakat, mahasiswa, dan akademisi. Karena itu, hasil riset harus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan,” kata Andi.
Untuk memperkuat peran tersebut, kesiapan Untad diarahkan pada sejumlah aspek, mulai dari penguatan SDM dan keilmuan, konsolidasi data dan laboratorium, penyesuaian kurikulum, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan jejaring dan tata kelola.
Penguatan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Untad mendorong empat pendekatan, yakni pelatihan vokasi, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), advo-sains warga, serta diversifikasi ekonomi.
Pelatihan vokasi diarahkan pada peningkatan keterampilan dan sertifikasi, termasuk di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta metalurgi.
Sementara penguatan UMKM ditujukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai bagian dari rantai pasok industri.
Pada aspek sosial dan lingkungan, perguruan tinggi didorong melakukan pendampingan aspirasi sekaligus verifikasi ilmiah terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Verifikasi tersebut dapat dilakukan melalui penelitian maupun uji laboratorium.
Adapun diversifikasi ekonomi diarahkan pada pengembangan sektor pertanian terpadu dan perikanan sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi pascatambang.
Melalui penguatan SDM, riset, laboratorium, serta keterlibatan masyarakat tersebut, Untad mendorong agar hilirisasi tidak hanya menghasilkan peningkatan nilai ekonomi sumber daya, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan kapasitas masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi daerah.**
