PALU, MAL- Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu menjalin kerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu untuk memperkuat pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan pencarian dan pertolongan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus UNISA Palu, Jalan Diponegoro, Rabu (23/9). PKS ditandatangani Rektor UNISA Palu Muhammad Yasin dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu Muh. Rizal.
Penandatanganan disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Lutfiah, Kepala Biro Humas, Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Ridwan Laki, serta Ali Palandro dari Fakultas Kedokteran UNISA Palu.
Muhammad Yasin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya kampus memperluas kontribusi kepada masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman menghadapi persoalan nyata.
“Kampus harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi harus diterjemahkan dalam kegiatan nyata, baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.
Yasin mengatakan, bidang pencarian dan pertolongan memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kemanusiaan. Melalui kerja sama tersebut, dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan UNISA Palu dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis melalui pelatihan serta kegiatan bersama.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman lapangan. Mereka tidak hanya belajar dari buku dan ruang kuliah, tetapi juga harus memahami bagaimana menghadapi situasi darurat dan bagaimana memberikan kontribusi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata Yasin, UNISA Palu juga dijadwalkan bertemu Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya untuk menjajaki kerja sama pembukaan Program Studi Manajemen Kebencanaan di Fakultas Kedokteran UNISA Palu.
Ia berharap kerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu dapat berkembang menjadi program berkelanjutan, termasuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Muh. Rizal mengatakan, kerja sama tersebut akan memperkuat sinergi antara lembaga pencarian dan pertolongan dengan perguruan tinggi.
Menurutnya, universitas memiliki sumber daya manusia dan lingkungan akademik yang dapat dikembangkan bersama, sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan memiliki pengalaman serta kompetensi teknis dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk membangun sinergi. Kami memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pencarian dan pertolongan, sementara universitas memiliki sumber daya manusia dan lingkungan akademik yang dapat dikembangkan bersama,” kata Rizal.
Rizal berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, latihan bersama dan kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung.
Dalam PKS tersebut, kedua pihak menyepakati pelaksanaan pelatihan pencarian dan pertolongan bagi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Kerja sama juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dukungan personel, serta pemanfaatan sarana dan prasarana dalam latihan maupun operasi pencarian dan pertolongan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu juga dapat menghadirkan praktisi pencarian dan pertolongan sebagai dosen praktisi di lingkungan UNISA Palu. Kehadiran praktisi diharapkan memperkuat pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung mengenai kondisi dan tantangan di lapangan.
Hasil kegiatan bersama juga dapat didiseminasikan dan dipublikasikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.**
