PALU, MAL – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan Universitas Tadulako (Untad) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babul Ulum, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Konselor Keluarga Nasional, Suriyati, sebagai penyampai hikmah maulid, serta diisi pesan-pesan keteladanan Rasulullah SAW bagi calon tenaga kesehatan.

Pembina Mata Kuliah Agama Islam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan Untad, Ikbal Mustamin, mengajak mahasiswa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah memperbanyak salam dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat Islam. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 sangat relevan bagi mahasiswa kedokteran dan keperawatan yang kelak akan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Adik-adik sedang dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang kelak berhadapan langsung dengan manusia dalam kondisi yang sangat beragam. Ada yang sehat, ada yang sakit, ada yang takut, cemas, bahkan sedang berada pada saat-saat paling sulit dalam kehidupannya,” ujarnya.

Hikmah maulid disampaikan oleh Suriyati yang mengajak mahasiswa merenungkan kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya, termasuk umat yang tidak pernah bertemu langsung dengan beliau.

Ia mengisahkan tentang Rasulullah SAW yang menyampaikan kepada para sahabat mengenai umat yang sangat dicintainya, yakni mereka yang tidak pernah melihat beliau, tetapi tetap beriman dan memperjuangkan sunnahnya.

“Siapa mereka? Insya-Allah kita,” ujarnya yang disambut jamaah dengan lantunan salawat.

Menurut Suriyati, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui peringatan Maulid semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Apakah Maulid hanya sekadar telur hiasan? Sudah lewatlah itu. Apakah sekadar kita membaca sejarah? Tidak juga. Apakah hanya sekadar menyebut nama beliau? Tidak juga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suriyati juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah penggunaan teknologi digital, khususnya ketergantungan terhadap telepon pintar. Ia mengajak mahasiswa merefleksikan kondisi diri ketika jauh dari telepon seluler atau tidak memiliki akses internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan, namun penggunaan yang tidak terkendali dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

“Tanpa kita sadari, kebahagiaan kita ada di ujung apa? Di HP kita,” ujarnya.

Suriyati menjelaskan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat memicu ketergantungan. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak membiarkan kebiasaan menggulir konten tanpa batas berkembang menjadi kecanduan.

“Scroll itu tidak akan bikin teman-teman senang, tapi susah lepasnya. Kenapa? Sudah ada tanda-tanda kecanduan,” tuturnya.

Selain itu, Suriyati mengajak mahasiswa membangun kesadaran diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia mengaitkan hal tersebut dengan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya niat dalam setiap amal.

Menurutnya, aktivitas apa pun dapat bernilai ibadah apabila diawali dengan niat yang benar karena Allah SWT. Karena itu, ia mengajak mahasiswa meluruskan niat mengikuti kegiatan Maulid sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Diluruskan niatnya karena Allah. Rebonding niatnya lagi. Niatnya karena Allah. Bismillah,” katanya.

Dalam sesi yang sama, Suriyati juga mengajak mahasiswa membangun penghargaan terhadap diri sendiri atau self-love. Ia menegaskan setiap manusia memiliki kelebihan dan tidak ada yang diciptakan sebagai “produk gagal”.

“Ini starting point buat kita, supaya kita tidak gampang tertipu. Mulai self-love itu dari sini. Kita sudah tahu kita bukan produk gagal,” jelasnya.

Di penghujung kegiatan, mahasiswa diajak berinteraksi dengan peserta lain untuk menemukan lima kebaikan atau hal menarik dari orang di hadapannya. Aktivitas tersebut menjadi latihan kesadaran sosial sekaligus membangun apresiasi terhadap sesama.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan Untad untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbaiki niat, menjaga kesadaran di tengah perkembangan teknologi, serta membangun hubungan yang lebih positif dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.