POSO, MAL – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso baru-baru ini menuntaskan Workshop Akademik dan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kurikulum hasil workshop tersebut mulai diterapkan bagi mahasiswa baru semester satu. Sementara mahasiswa semester tiga, lima, dan tujuh tetap menggunakan kurikulum sebelumnya.

Ketua STAI Poso, Dr. Nasrudin L. Midu, mengatakan workshop yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menjadi bagian dari persiapan penerapan kurikulum baru di lingkungan kampus.

“Materi-materinya sudah semuanya disiapkan. Insyaallah nanti kita aplikasikan dan terapkan pada mahasiswa baru semester satu,” kata Dr. Nasrudin kepada media.alkhairaat.id, Rabu (26/8).

Menurutnya, penerapan kurikulum berbasis OBE dapat membuat dosen lebih siap menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan capaian yang harus diperoleh mahasiswa, serta pengetahuan yang diberikan juga diharapkan tidak berhenti di ruang kelas.

“Output-nya tentu bisa dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, terutama ilmu yang bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

STAI Poso, lanjut Nasrudin, tengah mengusulkan tiga program studi baru, yakni Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, dan Penyiaran Islam.

Ia berharap izin ketiga program studi tersebut dapat terbit di akhir tahun ini.

“Kalau tiga prodi ini turun, tahun depan kita sudah bisa menerima mahasiswa baru dengan menggunakan kurikulum baru yang kita workshopkan,” tukasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya STAI Poso memperkuat mutu akademik sekaligus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.