DONGGALA, MAL – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) menargetkan produk UMKM berbasis pertanian di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, mampu menembus pasar ritel modern melalui pendampingan kemasan produk dan fasilitasi sertifikasi halal.
Target tersebut diwujudkan melalui program pendampingan kemasan produk pertanian yang dirangkaikan dengan Ekspo UMKM di Balaesang, Senin (3/8).
Program ini melibatkan 70 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untad di 10 desa untuk mendampingi pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan pengemasannya.
Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti sebagai program seremonial, tetapi harus meninggalkan dampak yang dapat diteruskan masyarakat.
“Di Untad sekarang kami terus berupaya agar kegiatan pengabdian masyarakat memberi dampak dan dapat dilanjutkan masyarakat setelah program KKN berakhir,” katanya.
Menurutnya, inovasi kemasan menjadi salah satu kunci meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
“Sebuah produk yang dikemas secara menarik akan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk dengan kemasan yang sederhana,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Untad, Dr. Adrianton, menambahkan kemasan yang baik tidak hanya meningkatkan tampilan produk, tetapi juga memperpanjang daya simpan sehingga lebih kompetitif di pasaran.
“Produk olahan yang dikemas baik akan mempercantik penampilan dan bertahan lebih lama di pasaran. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi erat antara tim KKN Untad serta UGM dengan pelaku usaha desa,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Balaesang menyatakan siap mendukung keberlanjutan program tersebut. Camat Balaesang, Asrun Kalam Djalaba, mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah desa menjadikan pengemasan produk sebagai unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan membuka peluang produk-produk lokal Balaesang masuk ke jaringan ritel modern setelah memenuhi standar kemasan dan memperoleh sertifikat halal.
Selain pendampingan kemasan, Halal Center Untad turut memfasilitasi proses sertifikasi halal bagi produk UMKM yang telah memenuhi persyaratan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa di Kecamatan Balaesang.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala LPPM Untad Dr. Lukman, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Untad Dr. Adrianton, Sekretaris LPPM Untad Dr. Ir. Syamsul Arifin, Kepala Halal Center Untad Budi, para kepala desa, serta pelaku UMKM dari berbagai desa di Kecamatan Balaesang.
