OSLO, MAL – Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) resmi menyumbangkan dana sekitar 1,5 juta kroner Norwegia atau setara Rp2 miliar untuk bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.

Keputusan tersebut diumumkan NFF pada 15 Juli 2026. Dana yang disalurkan berasal dari keuntungan penjualan tiket pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Norwegia melawan Israel, serta sebagian laba yang diperoleh dari partisipasi tim nasional Norwegia di Piala Dunia 2026.

Bantuan kemanusiaan itu akan disalurkan melalui organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders yang selama ini terlibat dalam penanganan darurat kemanusiaan di Gaza.

Presiden NFF, Lise Klaveness, mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh dari pertandingan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sipil yang membutuhkan bantuan.

“Kami ingin menyumbangkan seluruh keuntungan kepada organisasi kemanusiaan yang setiap hari menyelamatkan nyawa di Gaza dan memberikan bantuan darurat secara langsung di lapangan,” ujar Klaveness.

Ia menambahkan bahwa pertandingan Norwegia melawan Israel berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

“Pertandingan ini berlangsung di tengah situasi yang diwarnai penderitaan kemanusiaan yang tidak terbayangkan. Kami tidak bisa bersikap acuh terhadap hal tersebut,” katanya.

Pertandingan yang dimaksud merupakan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Israel yang digelar di Stadion Ullevaal, Oslo, pada 11 Oktober 2025. Dalam pertandingan tersebut, Norwegia meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 5-0.

Dana donasi akan digunakan untuk mendukung layanan medis darurat, pengadaan logistik kesehatan, serta berbagai kebutuhan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza yang terdampak konflik.

Keputusan NFF mendapat perhatian luas karena muncul di tengah perdebatan internasional mengenai posisi federasi sepak bola terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. NFF sebelumnya juga mendorong FIFA untuk meninjau status Israel dalam kompetisi internasional, dengan merujuk pada langkah FIFA yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Di sisi lain, sejumlah informasi yang beredar di media sosial sempat menyebut bahwa Norwegia menyumbangkan seluruh bonus yang diperoleh dari Piala Dunia 2026 kepada Gaza. Namun, informasi tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Fakta yang diumumkan NFF menunjukkan bahwa dana bantuan berasal dari keuntungan tiket pertandingan melawan Israel serta sebagian laba yang diperoleh selama keikutsertaan Norwegia di Piala Dunia 2026, bukan seluruh bonus turnamen.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan yang menghubungkan dunia olahraga dengan upaya membantu masyarakat yang terdampak konflik. Kebijakan itu juga mendapat dukungan dari banyak suporter dan kalangan sepak bola di Norwegia yang menilai olahraga memiliki peran sosial di luar lapangan.

Keputusan NFF turut memperkuat citra Norwegia sebagai negara yang aktif mendukung upaya perdamaian dan kemanusiaan di Timur Tengah. Negara Nordik tersebut selama ini dikenal memiliki keterlibatan historis dalam proses perdamaian kawasan, termasuk melalui Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada 1993.

Sementara itu, dari sisi prestasi olahraga, Timnas Norwegia mencatat pencapaian impresif di Piala Dunia 2026 dengan menembus babak perempat final sebelum akhirnya tersingkir setelah kalah 1-2 dari Inggris. ***