PALU, MAL – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (13/07).

Dalam kesempatan tersebut, Longki Djanggola menilai program Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberi akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu sendiri saat ini telah berjalan selama satu tahun. Sekolah ini telah melayani 183 peserta didik yang didampingi oleh 15 guru, 29 wali asuh, serta 11 wali asrama, menunjukkan komitmen terhadap pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu.

Longki Djanggola menyatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi, khususnya melalui inisiatif seperti Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu.

“Program ini merupakan salah satu program hasil cepat Presiden Prabowo Subianto. Hari ini kita melihat langsung ada 183 murid yang mendapat kesempatan belajar di sini. Ini luar biasa,” kata Longki.

Menurut mantan Gubernur Sulawesi Tengah dua periode itu, gagasan Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat faktor ekonomi.

“Ada anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya. Apa yang dicita-citakan Pak Prabowo berangkat dari keprihatinan itu,” ujarnya.

Longki menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat berada di bawah pembinaan Kementerian Sosial dan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Hal ini adalah fungsi vital dari Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu.

“Sekolah Rakyat ini berada di bawah Kementerian Sosial. Saya kagum melihat bagaimana sekolah ini dijalankan. Tolong jaga sekolah ini dengan baik,” katanya.

Ia berharap para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu dapat memanfaatkan kesempatan belajar tersebut sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.

“Pak Prabowo ingin anak-anak dari keluarga yang tidak mampu bisa terangkat harkat dan martabatnya. Pada akhirnya mereka memiliki kehidupan yang lebih layak melalui pendidikan,” tutur Longki.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Anita, menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung permanen sekolah segera terealisasi sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

“Insyaallah sekolah kami yang permanen segera terwujud,” kata Anita.

Kunjungan pengawasan DPR RI tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat Terintegrasi Palu berjalan sesuai tujuan.