PALU, MAL – Kamsih Febrianto, seorang tukang pijat keliling di Kota Palu, menjadi korban dugaan penggelapan motor Palu miliknya. Motor Honda All New Scoopy yang menjadi satu-satunya alat mencari nafkah Kamsih diduga digelapkan setelah digadaikan kepada seseorang di Jalan Beringin, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga.
Kasus penggelapan motor Palu ini telah dilaporkan Kamsih ke Polresta Palu pada (30/06), namun ia mengaku belum melihat adanya perkembangan yang signifikan. Kamsih juga telah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menebus kendaraannya, namun motor tersebut tak kunjung dikembalikan oleh pihak yang menggadaikannya.
Kepada media ini, Kamsih menceritakan kronologi kejadian pada Senin, 13/07. Saat itu dirinya sedang dalam kesulitan ekonomi dan membutuhkan dana tunai. Ia menemukan jasa gadai tidak resmi melalui Facebook.
“Saya waktu itu lagi kesusahan uang sementara uang saya baru ada minggu depan. Saat buka Facebook saya menemukan jasa gadai tidak resmi di Jalan Beringin Kelurahan Nunu. Di situ saya kenal Rahul, dia yang mengantar saya ke rumah bos Dona,” kata Kamsih Febrianto.
Kamsih menjelaskan bahwa pada Jumat, 19/06, sekitar pukul 17.03 Wita, ia didampingi Rahul menyerahkan sepeda motor Honda All New Scoopy berwarna merah beserta STNK kepada seseorang bernama Dona. Dari transaksi awal tersebut, Kamsih menerima uang sebesar Rp2 juta.
Beberapa hari berselang, tepatnya Senin, 22/06, Kamsih mengaku telah mengembalikan uang sebesar Rp2,4 juta, lebih dari jumlah yang ia terima. Namun, motornya belum juga diserahkan dengan berbagai alasan yang disampaikan oleh Rahul dan Dona.
Tidak berhenti di situ, pada Kamis, 25/06, Kamsih kembali diminta menyerahkan tambahan uang sebesar Rp1,2 juta. Meskipun permintaan tersebut telah ia penuhi, motor miliknya tetap tidak dikembalikan oleh kedua terduga pelaku penggelapan motor Palu ini.
“Rahul dan Dona terus memberi berbagai alasan. Sampai sekarang motor saya belum juga kembali,” ujar Kamsih dengan nada kecewa.
Merasa menjadi korban dugaan penggelapan motor Palu, Kamsih kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Palu. Laporan itu tercatat dengan Nomor: STTLP/755/VI/2026/SPKT/POLRESTA PALU/POLDA SULAWESI TENGAH.
Hingga kini, Kamsih mengaku sering mendatangi rumah Rahul dan Dona untuk menanyakan perkembangan motornya. Dona sendiri sempat mengatakan bahwa motor Kamsih sudah digadaikan lagi ke orang lain, bahkan diduga kepada oknum yang berpengaruh dan selama ini melindungi aksi mereka.
“Saya heran kenapa juga mereka belum juga diamankan, padahal mereka sering ada di rumah. Saya ini hanya tukang pijat keliling, sekarang saya tidak bisa lagi mencari nafkah karena motor saya tidak ada,” tutur Kamsih Febrianto.
Akibat kejadian ini, Kamsih mengaku mengalami kerugian sekitar Rp18 juta. Ia sangat berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan motor Palu ini dan memproses pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Nunu, yang namanya enggan disebutkan, mengaku tidak terkejut dengan laporan tersebut. Menurutnya, nama Rahul dan Dona sudah beberapa kali disebut-sebut warga terkait persoalan serupa, mengindikasikan pola dugaan kejahatan.
“Barusan saja saya dengar ada lagi orang datang ke rumah mereka mencari motor yang digadaikan. Kalau memang terbukti melakukan perbuatan seperti itu, ya harus diproses sesuai hukum, jangan sampai masyarakat merasa pelaku dilindungi,” kata tokoh masyarakat tersebut.
Sementara itu, Humas Polresta Palu, Aiptu Kadek Aruna, saat dikonfirmasi menyatakan akan berkoordinasi dengan penyidik untuk mengetahui perkembangan laporan kasus penggelapan motor Palu yang menimpa Kamsih Febrianto.
“Saya akan konfirmasi terlebih dahulu kepada penyidik yang menangani perkara tersebut,” singkat Aiptu Kadek Aruna.

