PALU, MAL – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama Palu telah menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanahan setelah Ketua LPPM UIN Datokarama Palu, Sahran Raden, menerima kembali mahasiswa peserta KKN di Palu, Rabu (1/7/2024).

Program ini berfokus pada pengabdian kepada masyarakat terkait tata kelola pertanahan.

Sahran Raden menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa atas dedikasi mereka selama menjalankan KKN Tematik Pertanahan di tengah masyarakat.

Ia menyebut KKN Tematik Pertanahan ini bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Program KKN Tematik Pertanahan ini dirancang untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian sosial dalam mendukung penyelenggaraan tata kelola pertanahan yang tertib, berkeadilan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Mahasiswa terlibat langsung dalam upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu pertanahan.

Program KKN Tematik Pertanahan merupakan hasil kerja sama UIN Datokarama Palu dengan Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sulawesi Tengah, Kantor Pertanahan Kota Palu, serta Kementerian Agama Kota Palu.

Kerja sama ini bertujuan membantu penyelesaian berbagai persoalan pertanahan, termasuk percepatan pendataan dan sertifikasi tanah wakaf.

Sahran Raden menjelaskan, pelaksanaan KKN Tematik Pertanahan telah menghasilkan sejumlah capaian yang dirasakan langsung masyarakat. Di antaranya, kesadaran masyarakat meningkat mengenai pentingnya administrasi dan kepastian hukum atas tanah.

Selain itu, koordinasi antara masyarakat dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta pemerintah daerah juga bertambah baik. Potensi sengketa pertanahan berkurang seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap aspek hukum pertanahan.

Program KKN Tematik Pertanahan juga menyusun rekomendasi untuk perbaikan tata kelola pertanahan di Kota Palu.

Pengajar Ilmu Hukum Tata Negara itu berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKN dapat menjadi bekal untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Selamat atas selesainya pengabdian. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, menginspirasi, dan mengabdi demi terwujudnya Indonesia yang berkeadilan,” kata Sahran Raden. ***