PALU, MAL – Kepala Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Moh. Ridwan, mengajak seluruh masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait ritual adat yang belakangan dikaitkan dengan bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ajakan ini disampaikan Ridwan melalui akun media sosial pribadinya, Rabu (17/6), guna menjaga kerukunan serta saling menghormati keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya di tanah Kaili.
Ridwan berharap, perbedaan pandangan mengenai ritual adat tidak seharusnya memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati keberagaman agama dan kepercayaan yang dianut warganya, sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami atas nama pemerintah desa meminta seluruh masyarakat untuk saling menghargai terhadap apa yang menjadi keyakinan dan kepercayaan masyarakat yang ada di tanah Kaili, khususnya di Kabupaten Sigi dan Desa Binangga,” ujar Moh. Ridwan, Kepala Desa Binangga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan.
Oleh karena itu, pemerintah desa menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ritual agama dan kepercayaannya masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pelaksanaan Ritual Adat Sigi tersebut.
Sebagai upaya menjaga suasana kondusif, Moh. Ridwan juga menyatakan kesiapannya memfasilitasi ruang dialog dan diskusi resmi di Kantor Desa Binangga bagi pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda terkait persoalan ini.
Menurutnya, dialog yang dilakukan secara langsung dan santun akan lebih efektif dibandingkan perdebatan di media sosial yang sering kali memicu konflik.
“Mari kita berdiskusi di ruang resmi dengan mengedepankan adab dan tata krama demi terciptanya kedamaian dan saling menghargai,” kata Moh. Ridwan.
Moh. Ridwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta menghindari perdebatan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Pemerintah Desa Binangga sendiri telah menjadwalkan Ritual Adat Pobente Ngata pada 18-21 Juni.

