SIGI, MAL – Sejumlah rumah warga di Kabupaten Sigi mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca gempa Sigi berkekuatan 6,7 Skala Richter yang mengguncang wilayah tenggara Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa, 16/06, sekitar pukul 11.00 WITA.
Kerusakan parah akibat gempa Sigi ini paling dirasakan oleh warga di Kecamatan Palolo, terutama di Desa Lembaga Ntongoa dan Desa Kadidia, serta beberapa desa di sekitarnya. Banyak bangunan tempat tinggal warga yang mengalami kerusakan struktural, baik ringan maupun berat.
“Ada banyak rumah rusak di Lemba Ntongoa dan Desa Kadidia, syukurnya tidak ada korban meninggal ataupun terluka parah,” kata Robert, seorang warga Palolo.
Hingga saat ini, warga yang terdampak gempa Sigi masih belum berani melakukan perbaikan pada rumah mereka. Hal ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan. Robert juga menambahkan bahwa akses jalan menuju Napu mengalami retakan dan kerusakan berat, sehingga belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
“Warga yang rumahnya rusak sebagian ada yang tinggal sementara sama tetangga dan ada juga yang membuat tenda,” ujarnya.
Menanggapi musibah ini, Pemerintah Daerah Sigi melalui dinas terkait telah menuju lokasi kejadian guna membawa sejumlah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh warga terdampak. Demikian pula, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta beberapa lembaga kemanusiaan lainnya turut memberikan bantuan dan perhatian pasca gempa Sigi.

