PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengapresiasi langkah Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulteng dalam menyiapkan kebutuhan uang rupiah selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI).
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, saat menghadiri kegiatan peluncuran SERAMBI di Masjid Raya Baitul Khairaat, Rabu (18/02).
Rudi menyatakan, kesiapan BI ank Indonesia dalam menyediakan uang kartal sangat membantu menciptakan rasa tenang di tengah masyarakat. Terlebih pada momen hari raya, kebutuhan masyarakat terhadap pecahan kecil meningkat seiring tradisi berbagi kepada anak-anak dan keluarga.
“Ketersediaan uang pecahan ini menjadi kebutuhan nyata masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah uang kartal yang disediakan, tentu pemerintah daerah merasa lebih tenang karena kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi pada momen serupa sebelumnya, di mana antrean panjang dan desak-desakan saat penukaran uang kerap terjadi dan berpotensi mengganggu kenyamanan ibadah Ramadan.
“Dengan adanya peningkatan layanan tahun ini, kondisi tersebut diharapkan dapat diminimalkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala KPw BI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, menjelaskan, tahun ini BI menyiapkan uang tunai sekitar Rp2,89 triliun, meningkat sekitar 39 persen dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, sebagai otoritas sistem pembayaran dan pengedaran uang rupiah, BI memiliki tugas menyediakan uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri memiliki karakteristik khusus karena masyarakat membutuhkan pecahan tertentu, terutama pecahan kecil,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, BI Sulteng meningkatkan frekuensi layanan, termasuk kas keliling serta memperkuat kerja sama dengan perbankan.
Saat ini tercatat 26 titik layanan penukaran bekerja sama dengan 22 bank yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, dan Luwuk.
Selain itu, seluruh pecahan uang disiapkan, baik pecahan besar maupun kecil. Layanan kas keliling juga tetap berjalan dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

