PARIGI – Ketua Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah (PKST), Abdul Hanif ibn Djaiz Mardjengi, diberikan kesempatan untuk menyosialisasikan yayasan yang dipimpinnya, di kegiatan semarak menyambut Ramadhan yang dilaksanakan Salimah Parigi, Ahad (15/02).
Menurut Abdul Hanif, Yayasan PKST lahir dari kesadaran untuk menjadikan anak-anak Kaili eksis dan bisa memberikan kontribusi positif di tengah Masyarakat.
“Atas kesadaran tentang pentingnya sebuah wadah untuk berjuang, kami bersama-sama dengan beberapa teman, sejak tiga tahun lalu mendeklarasikan yayasan yang kemudian kami beri nama, Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah, atau disingkat PKST,” kata Hanif.
Putra Parigi kelahiran Loji ini menambahkan, yayasan yang dipimpinnya bergerak di bidang dakwah, pembinaan generasi muda, pembinaan komunitas bahkan budaya.
“Saat ini, kami juga akan focus untuk berkolaborasi dengan teman-teman yang concern dengan dakwah di wilayah-wilayah terpencil. Masih banyak saudara kita yang butuh untuk diberikan pencerahan dan penguatan,” kata cucu kepala kampung pertama Bantaya, Tjatjo Mardjengi-Mardjawi ini.
PKST, kata Hanif, juga akan berkolaborasi dengan berbagai elemen dan organisasi. Sebab, kata dia, tanggung jawab dakwah, pembinaan dan proses edukasi, tidak bisa hanya dilakukan seorang diri. Butuh dukungan dari semua komponen.
“Sesuatu jika dilakukan secara bersama, maka akan terasa ringan. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu bentuk kolaborasi yang diakukan, bersama Salimah Parigi melaksanakan kegiatan edukasi keluarga.
“Alhamdulillah kami diberi kesempatan sosialisasi. Jadi Yayasan ini kependekannya PKST, tadi ada juga yang memplesetkan, PaKeEste, tapi tepapalah, itu artinya kami mendapat respon. Semoga kehadiran kami, bisa memberikan nuansa baru dalam dunia dakwah, khususnya dakwah berbasis komunitas,” tandasnya. ***

