DONGGALA – Puluhan siswa SD di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, terpaksa menyeberangi sungai yang menjadi habitat buaya, demi bisa sampai ke sekolah.
Keadaan ini terpaksa mereka jalani karena satu-satunya jembatan penyeberangan yang menjadi akses utama menuju sekolah, rusak pasca diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Kepala Desa (Kades) Tonggolobibi, M. Saleh mengatakan, setiap harinya siswa SD menyeberangi sungai dengan bertaruh nyawa di lokasi yang kerap muncul buaya.
“Iya, biasanya ada buaya yang muncul di sungai tersebut,” katanya saat dihubungi Rabu (11/02).
Menurut Saleh, sungai tersebut bukan satu-satunya akses jalan menuju ke sekolah. Ada jalan alternatif, namun harus melewati beberapa dusun.
“Ada jalan lain sebenarnya, namun lebih jauh. Lagi pula tidak semua warga memiliki kendaraan roda dua, makanya sebagian warga lebih memilih naik rakit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain rawan buaya, sungai tersebut juga sangat dalam dan lebar, sehingga tidak bisa dibuatkan jembatan darurat.
Menurutnya, jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Bontopangi (Dusun 7) dan Dusun Silobo (Dusun 8) menuju SD di Dusun Lantapan (Dusun 5) putus akibat banjir yang terjadi pada Desember 2025 lalu.
Selain jembatan gantung, dua akses lainnya yang terdampak banjir yakni tanggul bendungan dan saluran irigasi. Ia menyebutkan, kedua akses tersebut telah ditangani.
Namun hingga kini, jembatan gantung belum dapat dibangun karena membutuhkan anggaran besar dan bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
“Untuk jembatan gantung, kami sudah mengajukan permohonan kebencanaan ke tingkat provinsi karena anggarannya cukup besar,” jelas Saleh.
Ia juga mengungkap dampak rusaknya jembatan tersebut turut memengaruhi aktivitas pendidikan.
“Sebagian siswa kelas satu memilih pindah ke sekolah di dusun terdekat untuk menghindari menyeberangi sungai. Sementara siswa kelas atas seperti kelas lima dan enam tidak bisa pindah sekolah,” sebutnya.
Saleh berharap, Pemerintah Kabupaten Donggala segera memberikan perhatian pembangunan kembali jembatan gantung agar akses pendidikan dan keselamatan anak-anak dapat terjamin.

