PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mendorong pemanfaatan platform Pangita.bpssulteng.id sebagai pusat data strategis daerah yang dapat digunakan oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, hingga masyarakat umum dalam mendukung pembangunan berbasis data.

Platform Pangita dikembangkan untuk menyediakan akses terbuka terhadap data statistik resmi BPS yang akurat dan terpercaya, dilengkapi dengan visualisasi modern, interaktif, serta analisis yang memudahkan pengguna memahami kondisi sosial dan ekonomi Sulawesi Tengah secara komprehensif.

Melalui Pangita, berbagai data strategis dapat diakses, antara lain data pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, inflasi, ketenagakerjaan, hingga data ekspor. Ketersediaan data ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan, penyusunan program pembangunan, riset, serta pengambilan keputusan berbasis bukti.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Daryanto, menegaskan bahwa penguatan literasi dan pemanfaatan data menjadi kunci agar pembangunan daerah lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurutnya, Pangita hadir sebagai jembatan kolaborasi dan berbagi data antara BPS dan pemerintah daerah.

Dalam rangka memperkuat sinergi tersebut, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pelaksana Tugas sebelumnya, Imron Taufik J. Musa, melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Senin (26/1/2026).

Pada pertemuan itu, BPS juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta pentingnya dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur menyatakan dukungan terhadap upaya BPS, termasuk pemanfaatan platform Pangita dan pelaksanaan sensus ekonomi, sebagai fondasi penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data akurat.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi BPS dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong budaya pengambilan kebijakan berbasis data di Sulawesi Tengah.***