PALU- BPJS Ketenagakerjaan menargetkan 53,9 juta peserta aktif pada tahun 2024 dengan fokus pada pekerja informal dan UMKM melalui Gerakan Nasional Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda (SERTAKAN).
Mereka mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk bergotong-royong dalam melindungi pekerja BPU, dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
Dengan iuran mulai dari Rp. 36.800 per bulan, peserta mendapatkan perlindungan JKK, JKM, dan JHT. Hal ini diharapkan dapat mencegah kemiskinan dan memberikan perlindungan saat bekerja.
Pada kesempatan berbeda Kepala BPJAMSOSTEK Sulawesi Tengah, Andi Syamsu Rijal, mengatakan saat ini pihaknya intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dimana seluruh pejabat pemerintah daerah dapat memberikan teladan dalam menerapkan program Sertakan melalui pekerja ada dirumah masing-masing serta anggota keluarga belum memiliki perlindungan ketenagakerjaan karena terkendala ekonomi.
“Jadi melalui Program Sertakan ini semua pejabat daerah bisa mendaftarkan pekerja ada di rumahnya, misalnya ART, Sopir, tukang kebun dan bahkan keluarganya merupakan pekerja informal untuk jadi peserta Mandiri, dengan iuran Rp. 16.800/bulan dengan 2 manfaat yakni JKK dan JKM, atau sebesar 36.800/bulan untuk manfaat tambahan yaitu JHT,”jelasnya Andi Kamis (22/3).
Ditambahkan melalui Program Sertakan, semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mensejahterakan seluruh pekerja khususnya di lingkungan masyarakat secara finansial masuk dalam kategori mampu.
Syamsu Rijal menjelaskan hingga saat ini untuk Sulawesi Tengah jumlah pekerja memiliki Jaminan Sosial Ketenagakerjaan baru mencapai 50 persen, sehingga dirinya berharap melalui program Sertakan kedepan semakin banyak masyarakat memiliki perlindungan.
“Harapannya melalui program sertakan ini, semakin banyak pekerja kita terlindungi, karena kita mau menyentuh masyarakat memiliki banyak pekerja di rumahnya tapi tidak terlindungi, nah itu kan tidak terdata sama kita, jadi dengan adanya Program ini mereka bisa daftarkan jadi peserta mandiri sebagai bentuk perhatiannya bagi pekerjanya. Dan ini juga bisa sekalian mendukung target pusat yaitu jumlah pekerja yang terlindungi mencapai 53,9 juta tahun ini,”tutupnya.
Reporter : **/IKRAM

