Zulhas Kembali Nahkodai PAN, Sulteng Hanya Sumbang Empat Suara

oleh
Foto bersama Rusli Dg Palabbi dengan Zulkifili Hasan saat pelaksanaan Rapimnas PAN beberapa waktu lalu. (FOTO: IST)

PALU – Zulkifli Hasan kembali terpilih memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025.

Hal ini berdasarkan hasil rekapitulasi suara pemilihan pada Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/02) malam.

Mantan Ketua MPR ini menang dengan 331 dari total 563 suara sah. Sementara rivalnya, Mulfachri Harahap hanya mendapatkan 225 suara atau kalah 106 suara dari Zulkifli.

Sementara itu, calon ketua lainnya, Dradjad Wibowo hanya mendapatkan 6 suara.

Setelah disahkan sebagai ketua umum, Zulkifli Hasan langsung meminta Hatta Rajasa menjadi Ketua Majelis Pertimbangan (MPP) PAN.

”Saya minta Pak Hatta Rajasa jadi Ketua MPP. Saudara-saudara, setuju tidak?” kata Zulhas dalam rapat pleno Kongres PAN. Para peserta kongres pun serempak menjawab setuju.

Pimpinan rapat pleno, Totok Daryanto lalu mengetuk palu sebagai tanda pengesahan Hatta sebagai Ketua MPP.

Sementara itu, dari total 331 suara yang dikantongi Zulkifli Hasan, Sulteng sendiri hanya menyumbang empat suara. Padahal, Sulteng sendiri memiliki 15 pemilih suara (gabungan dua suara dari DPW dan masing-masing satu suara dari 13 DPD).

Kondisi ini berbeda dari pernyataan ketua DPW PAN, Oskar Paudi sebelum kongres, bahwa sebagian besar DPW dan DPD PAN di Sulteng, mendukung Zulkifli. Ia sendiri tidak lebih memilih Zulkifli saat kongres.

Empat suara dari Sulteng, masing-masing disumbang Sekretaris DPW PAN Sulteng, Rusli Dg Palabbi, Ketua DPD PAN Tojo Una-Una Suprapto Dg Situru, Bupati Tolitoli/Ketua DPD PAN Tolitoli Moh Saleh Bantilan dan Ketua DPD PAN Sigi Andi Kasim.

“Yang lain lari, termasuk Ketua DPW,” kata Rusli Dg Palabbi kepada MAL, tadi malam.

Menurutnya, kemenangan Zulkifli Hasan bisa menjadi pembelajaran dari semua DPW yang tidak memilihnya untuk bisa melihat ada tanda kemenangan.

“Karena berdasarkan tradisi pemilihan di setiap kongres, biasanya hanya satu periode. Itu kan hanya tradisi dan tidak pernah diatur dalam AD/ART partai. Dan ini terbukti, mitos itu dipecahkan oleh Zulhas, beliau bukan terpilih dengan suara yang sedikit, tapi signifikan,” tandasnya. (RIFAY)