Wisata Donggala Makin Terpuruk akibat Corona

oleh

DONGGALA – Sektor pariwisata di Kota Donggala adalah salah satu yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19, utamanya sejak ada warga yang terkonfirmasi positif dan semakin meningkatkan angka kasus, dari waktu ke waktu.

Hampir semua warung kopi dan makanan, mengalami penurunan omset karena pengunjung sepi. Demikian halnya kawasan wisata pantai yang selama ini menjadi andalan warga Donggala.

“Dibanding pascagempa lalu, di masa pandemi kali ini lebih berdampak lagi. Banyak pengunjung yang dulu jadi langganan kami, kemudian mereka menunda kunjungan wisata,” ungkap Adi Perdana, pengelola Cottage Golden di Tanjung Karang, Sabtu (19/09).

Menurut Adi, bukan hanya usahanya yang sepi pengunjung, tetapi hampir seluruh cottage yang ada dalam kawasan Tanjung Karang mengalami kekurangan pengunjung.

Padahal, kata dia, ketika masih masa normal, biasanya pengunjung lebih awal memesan tempat atau cottage. Bahkan kadang banyak yang tidak bisa dipenuhi karena banyaknya pengunjung yang sudah memesan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

Dampak serupa dialami para pemilik warung di tengah kota. Misalnya Warkop Jembatan Guntur, Boya yang biasanya sejak pagi tempatnya sudah dipenuhi pengunjung, bahkan saling berdesakan. Belakangan pengunjung bisa dihitung jari. Begitupun Café NET Donggala yang juga sangat terdampak.

Destinasi wisata lain yang ikut terpuruk adalah kawasan Hutan Mangrove Kabonga. Kawasan itu kini sangat sepi, bahkan kadang tidak ada sama sekali pengunjung.

Padahal sebelumnya, pengunjung terbanyak umumnya berasal dari Kota Palu yang datang khusus atau singgah ketika ke Tanjung Karang.

Namun demikian, anak-anak muda yang menjaga kawasan mangrove tetap aktif seperti biasanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala, Saja’un, beberapa waktu lalu, mengatakan, lesunya kunjungan wisatawan di Donggala sebetulnya juga terjadi di wilayah lain.

Tetapi, kata dia, dampak yang paling dirasakan adalah pengelola wisata di kawasan Tanjung Karang yang sudah sejak lama menggantungkan hidup hanya dari usaha cottage, warung makanan dan kue, warung kopi, transportasi wisata laut, pemandu wisatawan dan lainnya.

Reporter : Jamrin AB
Editor : Rifay

Iklan-Paramitha