Warga Temukan Rangka Manusia di Area Likuifaksi Petobo

oleh
Personel Pemadam Kebakaran Kota Palu kembali mengevakuasi delapan jasat korban likuifaksi di Kelurahan Petobo, Ahad (16/6). Dalam evakuasi tersebut, personel damkar di bantu satu alat berat exa untuk menggali kurang lebih dua meter. (FOTO: MAL/FALDI)

PALU – Warga kembali menemukan rangka manusia yang terkubur di lokasi bekas bencana likuifaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selakan, Kota Palu, Ahad (16/06).

“Diperkirakan ada delapan rangka manusia yang tertimbun. Mereka adalah korban gempa dan likuifaksi,” kata Lurah Petobo, Alfin H Ladjuni.

Dia menuturkan, tulang belulang korban likuifaksi itu awalnya ditemukan sejumlah warga sekitar pukul 12.00 Wita saat sedang menggali reruntuhan bangunan mencari barang ronsokan untuk dijual.

“Tulang manusia ditemukan di sekitar kompleks perumahan yang masih berdiri. Korban tersebut adalah Suku Toraja. diperkirakan dua di antaranya adalah tulang bayi,” ujar Alfin.

Dia memaparkan, proses evakuasi tulang belulang korban gempa dan likuifaksi dari dalam tanah dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim penolong Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu dan warga setempat.

“Terbatasnya peralatan serta sulitnya akses menuju lokasi penemuan rangka manusia menyebabkan proses evakuasi cukup memakan waktu. Proses evakuasi hanya menggunakan alat manual, tidak ada alat khusus,” ucapnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Petobo, Moh Ridho menambahkan, hingga petang kemarin, baru lima rangka korban likuefaksi berhasil di evakuasi dan telah dimasukan di kantong jenazah, sedangkan tiga rangka lainnya masih tertimbun.

“Rencananya rangka yang masih tertimbun akan dievakuasi menggunakan alat berat karena posisinya di dasar,” ungkap Ridho.

Dia memaparkan, keluarga korban sudah berada ditepat menyaksikan proses evakuasi dan telah menyediakan segala sesuatu untuk proses pemakaman.

“Pihak keluarga sudah menyediakan peti jenazah untuk proses pemakaman, ” tutur Ridho.

Identitas korban sendiri baru terungkap setelah petugas berhasil mendapatkan handphone milik korban.

Menurut keluarga korban, Sule Maniang (40), nantinya jasad-jasad tersebut akan didiskusikan kembali bersama keluarga lainnya apakah harus dipulangkan ke kampung halaman di Toraja atau dikebumikan di Kota Palu. (FALDI)