UN dan UAMBN 2019, MAN IC dan MAN 2 Palu Dominasi Nilai Tertinggi di Sulteng

oleh
Kepala Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulteng saat menyerahkan hasil UN kepada Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kota Palu, pekan lalu. (FOTO: HUMAS KEMENAG SULTENG)

PALU – Sejumlah siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) di Sulteng berhasil meraih nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tertinggi Tahun 2019.

Siswa-siswi yang meraih nilai tertinggi UN tersebut, masing-masing untuk pelajaran Bahasa Indonesia diraih oleh siswi MAN 2 Palu, Novi Aurannisa dengan nilai 98 dan siswa MAN IC Palu, Muhammad Adib.

Untuk Bahasa Inggris,  nilai tertinggi 92 diraih oleh Ainun Nisha Tamagola dari MAN IC Kota Palu.

Mata Pelajaran Matematika nilai tertinggi 80 diraih oleh Abdullah Al Faruq asal MAN 2 Kota Palu dan Sastriawan Sanusi asal MAN IC Kota Palu.

Sementara, mata pelajaran pilihan, nilai tertinggi 100 diraih oleh Tias Putri Amanda siswi MA Alkhairaat Pusat Palu, dan Muhammad Ghifary Ramadhani dari MAN 2 Kota Palu.

Untuk UAMBN, Mata pelajaran Qur’an Hadist, nilai tertinggi 88 dan Fiqih nilai tertinggi 84 diborong Ainun Nisha Tamagola dari MAN IC Kota Palu.

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) nilai tertinggi 88 diraih, diraih oleh Syevira Raihannisa Tongkodu dan Muhammad Adli Dzil Ikram dari MAN IC Kota Palu, Fahri Wardiansah dari MAN 1 Parimo dan Moh.  Rizky dari MA DDI Nurul Ilmi Pohi Banggai.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Rusman Langke mengapresiasi prestasi yang diraih oleh siswa-siswi MA tersebut.

Dia berharap kepada seluruh kepala madrasah, tenaga pendidik dan kependidikan agar selalu melakukan kreatifitas dan inovasi dengan meningkatkan kinerja sehingga output kualitas madrasah dapat bersaing  dengan sekolah umum lainnya.

Kakanwil menyampaikan respon dan antusias masyarakat terhadap madrasah yang sangat luar biasa, tidak ada lagi perbedaan antara madrasah dan sekolah umum.

“Saya dengar informasi banyak pendaftar di madrasah membludak namun kapasitas sangat terbatas baik madrasah swasta maupun negeri,” tandasnya. (YAMIN)