Rusli Klaim Kantongi SK DPP, Rekomendasi PAN ke Pasha Tidak Berlaku?

oleh
Anwar Hafid dan Sigit Purnomo Said (FOTO: ANT)

PALU – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulteng, Rusli Dg Palabbi mengaku sudah mengantongi persetujuan untuk diusung Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulteng, tahun ini.

Bahkan, kata dia, persetujuan yang dimaksud bukan hanya sekadar rekomendasi, melainkan sudah dalam bentuk Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN terpilih, Zulkifli Hasan dan sekretaris jenderal (sekjen).

“Jadi bukan rekomendasi lagi, tapi sudah dalam bentuk SK dan isinya sudah dengan pasangan. Sudah sepaket (calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Wakil Gunernur (Wagub) Sulteng itu, kepada MAL, Kamis (12/02) tadi malam.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan apakah dirinya di posisi calon gubernur atau wagub. Begitupun dengan calon pasangannya, ia hanya mengatakan tunggu saatnya disampaikan ke publik.

Terkait dengan klaim kader PAN lainnya, Sigit Purnomo Said alias Pasha bahwa dirinya juga sudah mendapatkan rekomendasi, menurut Rusli itu tidak berlaku lagi dengan sendirinya.

“Soal klaim pihak lain itu biasa dalam politik. Jadi rekomendasi yang katanya ganda dengan Pasha, dengan sendirinya tidak berlaku lagi karena SK sudah keluar,” tegasnya.

Sebagaimana yang dilansir dari sulteng.antaranews.com, tim pemenangan bakal calon gubernur, Anwar Hafid, sudah memastikan akan berpasangan dengan Pasha pada Pilgub ini.

“Sudah positif dengan Pasha,” kata Iqbal Andi Magga, juru bicara tim pemenangan Anwar Hafid, di Palu, Selasa (11/02).

Iqbal mengatakan meskipun keduanya belum mengantongi rekomendasi dari partai politik pengusung, namun kata dia, rekomendasi dalam proses baik dari Partai Demokrat maupun PAN.

Untuk meyakinkan bahwa anggota DPR RI dan Wakil Wali Kota Palu itu sudah bertemu dan bersepakat untuk berpasangan pada pilkada 2020, Iqbal memperlihatkan sejumlah dokumen berupa foto pertemuan Anwar Hafid dengan Pasha di sebuah tempat di Jakarta. (RIFAY/YAMIN)