Pansus Nilai Penanganan Pascabencana di Palu Lambat

oleh
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Palu, Moh. Syarif (FOTO : MAL/MELDA)

PALU – Panitia Khusus Rehab Rekon Pascabencana, DPRD Kota Palu menilai lambatnya penanganan pascabencana di Kota Palu.

Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rehab Rekon Pascabencana, Moh. Syarif, urgennya pembentukan pansus adalah bagaimana percepatan pemulihan, sekaligus untuk mengawal penyaluran dana stimulan ke masyarakat.

“Apa yang terjadi hari ini terkesan lambat. Maka itu yang akan kita evaluasi bersama,” katanya.

Masalah lain yang harus dievaluasi, lanjut dia, masih banyaknya kasus di mana calon penerima dana stimulan yang selalu hilang dari data calon penerima.

“Tapi Pansus juga harus objektif melihat dan mempertanyakan hal itu kepada OPD terkait. Karena bisa saja ada warga yang benar-benar tidak memiliki rumah dan memaksakan untuk mendapatkan hak seperti warga yang terdampak bencana. Jadi bukan hanya  kami di pansus, tetapi kita akan melibatkan elemen yang terkait dengan persoalan ini, kenapa terjadi. Ini yang kita cari dan harus sama-sama kita benahi,” tuturnya.

Dalam waktu cepat, lanjut dia, pansus akan membicarakan materi-materi apa yang harus dibahas dan akan dibicarakan dengan OPD terkait.

“Saya sepakat dengan pak wali janganlah masyarakat sendiri yang akan menghambat percepatan ini. Karena ini penting buat masyarakat yang masih berada di tenda. Kita tidak bisa katakan penanganan ini lambat dari pemerintah atau siapa, tapi harus kita pahami penanganan pasca bencana ini ada sistim ada mekanisme. Maka coba kita lihat mekanisme apa yang coba kita lakukan,” tambahnya.

Syarif meminta kepada masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah dan semua yang terkait untuk bekerja dalam yang mendorong percepatan penanganan. Pansus sendiri yang akan mengawasinya.

“Harapan kita masyarakat cepat masuk huntap biar mereka tenang. Sehingga mohon kepercayaan dan saling mendukung,” tutup Syarif. (MELDA)