KPU Provinsi Sasar Pemilih Milenial di Kampus Unisa

oleh
Anggota KPU Syamsul Y Gafur bersama mantan anggota KPU Provinsi 2003-2008, Hamdan Rampadio yang juga Rektor Unisa saat sosialisasi Pemilu 2019 di Kampus Unisa. (FOTO: IWANLAKI)

PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Provinsi Sulawesi Tengah tak hentinya melakukan sosialisasi pada  pemilih potensial, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu serentak 17 April 2019.

Kali ini, KPU Provinsi  Sulawesi Tengah menyasar pemilih milenial di kampus Universitas Alkhairaat (Unisa).

Di kampus tertua di Sulawesi Tengah itu, anggota KPU Syamsul Y Gafur berduet dengan mantan anggota KPU Provinsi  2003-2008  H.Hamdan Rampadio, yang juga Rektor Universitas Alkhairaat saat ini.

Dalam paparannya, Syamsul Y Gafur mengajak ratusan mahasiswa yang memadati aula Ibnu Sina Fakultas Kedokteran Unisa untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April mendatang.

“Untuk menjadi pemilih cerdas kalian sebagai mahasiswa setidaknya mampu melihat dan mengidentifikasi calon yang kalian pilih. Salah satunya kalian harus terlebih dahulu melihat apa visi calon yang akan dipilih,” ujarnya dua hari lalu saat acara KPU Goes to Kampus Unisa.

Dia juga meminta mahasiswa sebagai pemilih muda, untuk selalu update informasi terkait kepemiluan. Melihat latar belakang atau track record calon, dan selalu cek and ricek informasi tentang pemilu yang diperoleh, dari berbagai sumber atau sumbernya langsung.

“Mahasiswa memiliki banyak referensi apalagi di era digital saat ini, untuk mengecek kebenaran sebuah informasi.  Ingat, jangan mudah percaya dengan berita hoax, serta tidak ikut menyebarkan informasi tersebut,” kata mantan anggota KPU Poso ini.

Dia berharap, mahasiwa  bersikap objektif, kritis dan cerdas dalam menyikapi suatu isu politik dan pemilu serta mengajak pemilih muda lainnya untuk menggunakan hak pilihnya.

Yang terpenting kata Syamsul, mahasiswa juga punya hak yang sama untuk mengawasi kinerja dan bagaimana realisasi janji politiknya.

Sementara Dr.H.Hamdan Rampadio menekankan pada aspek hukum. Menurutnya, tiga pilar penegakan hukum di Indonesia, yakni regulasi atau aturan hukum, penegak hukum dan masyarakat.

“Saya kira kalau tiga pilar ini ditegakkan maka aman negara ini, kuncinya ada pada penegak hukumnya,” pungkasnya. (IWAN LAKI)