Komisi II DPRD Sigi Cari Solusi Perbaikan Irigasi Gumbasa

oleh
Suasana hearing yang dilakukan komisi II DPRD Sigi, membahas perbaikan irigasi Gumbasa, Kamis (14/02). (FOTO: MAL/HADY)

SIGI – Ketua Komisi II DPRD Sigi, Aliya Idrus, sempat kesal atas lambatnya kehadiran perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat pada kegiatan rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (14/04).

Rapat dengar pendapat itu terkait persoalan irigasi Gumbasa yang rusak akibat bencana alam, bulan September 2018 lalu. Di mana sampai hari ini, perbaikan irigasi tersebut belum ada kejelasan.

“Kami mengundang Dinas PUPR dalam pertemuan ini bukan karena keinginan komisi II, tetapi atas nama lembaga DPRD Sigi yang mengundang. Memang Dinas PUPR bukan mitra komisi II, tetapi dalam hal pertanian, PUPR memiliki keterkaitan,” kesalnya.

Perwakilan dari Dinas PUPR, akhirnya datang juga sekitar pukul 13.00 Wita.

Anggota Komisi II lainnya, Budi Luhur Larengi menegaskan, persoalan irigasi Gumbasa yang hampir lima bulan lebih tidak dialiri air, menjadi hal utama untuk diperhatikan oleh pemerintah. Sebab para petani hanya mengharapkan air dari irigasi Gumbasa untuk mengairi persawahan selama ini. Bila itu tidak diantisipasi secepatnya, maka akan menimbulkan persoalan baru dan bisa saja daerah kekurangan akan pangan.

“Sampai saat warga terus bertanya-tanya terkait irigasi Gumbasa. Kita juga sering ke lapangan memberikan pemahaman positif kepada masyarakat agar bisa bersabar. Padahal kita selama ini tidak pernah mendapat informasi kapan irigasi itu akan diperbaiki,” terangnya.

Sementara pihak Dinas Tanaman Pangan Holtikulura dan Perkebunan yang diwakili sekretarisnya, pada RDP tersebut tidak memberikan solusi pada komisi II DPRD Sigi, terkait apa yang telah dilakukan pascabencana alam.

“Pemberian alat pertanian dan bibit yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan Holtikulura dan Perkebunan itu sudah merupakan program tahunan. Kita ingin tahu apa yang sudah dilakukan pascabencana ini, khususnya solusi irigasi Gumbasa yang selama ini belum dialiri air,” tukas Anggota Komisi II, Yusuf Edison.

Terkait irigasi Gumbasa, sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengaku sudah mulai memperbaikinya..

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulteng, Kementerian PUPR, Arie Setiadi Murwanto, mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan pemulihan kembali saluran irigasi gumbasa seluas 170 hektare.

Dia juga menekankan, sisanya akan rampung pada akhir bulan April mendatang. (HADY)