Ketika Islam Menyentuh Suku Pedalaman

oleh
Warga Suku Ta Wana berpose bersama saat tiba di Desa Bone Bae, Kabupaten Tojo Una-Una (FOTO: IST)

78 WARGA TA WANA RELA JALAN KAKI SELAMA DUA HARI MENJEMPUT HIDAYAH

Ketika hidayah dari Allah SWT sudah berlaku, maka siapapun itu pasti mau menerimanya. Jangankan mereka yang terpelajar dan hidup layaknya masyarakat modern, mereka yang tinggal di pedalaman dan belum mengenal agama pun rela berkorban demi sebuah ikrar bergabung dalam agama rahmatan lil alamin bernama Islam.

Itulah yang berlaku pada 78 warga Suku Ta Wana yang bermukim di Gunung Tua. Mereka, para orang tua dengan pikulan barang di pundak, ibu-ibu yang menggendong, bahkan yang sedang mengandung anak, bocah-bocah telanjang kaki, rela menembus belantara, membelah hutan, menyeberangi sungai, mendaki gunung, selama dua hari lamanya. Semua itu saksi keteguhan hati untuk ber-Islam.

Sentuhan-sentuhan perilaku dan lisan para da’i telah menyadarkan mereka akan pentingnya mempunyai tuhan yang sebenarnya. Bukan sekadar menyembah arwah-arwah leluhur yang sama sekali tidak bisa menjamin kehidupan mereka di akhirat kelak.

Perjalanan selama dua hari itu dengan tujuan Desa Ulubongka. Dari sana, Selasa (20/02), mereka dijemput dengan mobil menuju Kota Luwuk untuk disyahadatkan secara massal.

Sedianya, mereka sudah di-Islam-kan malam ini. Namun perjalanan dari Ulubongka menuju Kota Luwuk yang memakan waktu 6 jam, telah menguras tenaga mereka.

Hampir semua muntah. Maklum, jangankan naik mobil, sebagian besar diantaranya malah belum pernah merasakan naik sepeda motor.

“Jadi prosesi peng-Islam-an ditunda besok. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat akan dilakukan di Pondok Pesantren Darul Hikmah,” ujar salah satu tokoh di Kota Luwuk, Iswan Kurnia Hasan.

Anggota DPRD Kabupaten Banggai dari PKS itu menambahkan, setelah proses peng-Islam-an, dilanjutkan dengan pembinaan sebagai bekal mereka.

“Bersyukurlah kita yang telah mendapatkan hidayah Islam tanpa harus bersusah payah menempuh perjalanan seperti mereka,” katanya.

Sebelumnya, dari komunitas yang sama turun dari Pandauke sebanyak 45 orang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat atas keinginan sendiri.

Belum lama ini, 96 dari Suku Wana  yang ada di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Una-Una juga secara massal mengucap dua kalimat syahadat. Dengan perantaraan Front Pembela Islam (FPI) Cabang Poso, melibatkan unsur Pemkab dan MUI, prosesi pengucapan lafadz suci itu digelar terbuka di alun-alun Sintuwu Maroso Poso.

Tak hanya itu, 46 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Wanasari Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), juga sudah bersyahadat. Penganut animisme di pedalaman Dataran Bulan ini memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat, Rabu (16/11). (YAMIN/RIFAY)