Hanyut di Sungai, Bocah 9 Tahun Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

oleh
Keluarga Raihan, bocah hanyut di Bahodopi, menerima dengan ikhlas atas meninggalnya anak mereka. (Foto: ist)

MOROWALI-Seorang anak berusia 9 tahun terbawa arus saat bermandian bersama teman-temannya di Sungai Desa Makarti Jaya, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Kamis (04/03/2021).

Ketika dicari, ia ditemukan oleh warga sudah tak bernyawa.

Diketahui korban bernama Raihan, pelajar kelas III SD, alamat orang tua Desa Attakae, Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan saat ini berdomisili di Desa Fatufia, Bahodopi.

Kapolsek Bahodopi IPTU Zulfan menceritakan, kronologi kejadian bahwa pada hari Kamis 04 Maret 2021 sekira pukul 11.30 Wita, korban bersama 5 orang temannya menuju Sungai di Desa Makarti Jaya dengan Maksud untuk mandi-mandi. Setibanya di sungai, korban dan teman-temannya beristirahat dan sekitar pukul 13.00 Wita, korban bersama teman-temannya termasuk kakak kandungnya Alfiansyah langsung mandi-mandi di sungai. Di saat sedang bermain di sungai, tiba-tiba korban terlihat oleh kakaknya sudah di dalam air, yang kelihatan hanya kepala.

Zulfan menerangkan, kakak korban melihat kepala adiknya yang terbawa arus, saat itu juga meminta bantuan kepada teman-temannya, namun tidak ada yang berani memberikan pertolongan, sehingga kakak korban langsung berlari memanggil seorang warga yang sedang bekerja di kebun untuk menyelamatkan adiknya. Saat itu juga orang tersebut langsung lari dan melompat ke sungai, namun sama sekali tidak menemukan korban.

Zulfan mengatakan, sekira pukul 15.30 Wita masyarakat Desa Makarti Jaya turun ke sungai membantu melakukan pencarian di dalam sungai.

“Pada pukul 15.40 Wita korban Raihan ditemukan yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat awal terbawa arus air sungai, dalam keadaan tidak bernyawa,” terang Zulfan kepada media, Jumat (5/3).

Pada pukul 16.00 Wita Personil Polsek Bahodopi yang dipimpin oleh Kanit Binmas IPDA Zulham Abdillah bersama 3 orang personil Polsek tiba di Tempat Kejadian perkara dan langsung melakukan olah TKP, selanjutnya mengarahkan korban menuju ke Klinik PT IMIP, untuk dilakukan pemeriksaan Medis.

Zulfan menambahkan, selanjutnya pada pukul 16.20 Wita, jenazah Raihan tiba di kos-kosan milik orang tua di Fatufia.

Keluarga telah menerima dengan ikhlas kepergian anaknya. sehingga keluarga. Jenazah korban akan dimakamkan di Unaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pada pukul 17.10 Wita jenazah Raihan dibawa orang tuanya menuju Unaha Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggunakan mobil Ambulance untuk dimakamkan di tanah kelahirannya,” tutupnya.

Rep: Harits/Ed: Nanang