FK Unisa Palu Kembali Lahirkan Dokter Baru

oleh
Fakultas Kedokteran Unisa mengambil sumpah,20 dokter dan delapan dokter muda oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. H. A. Mukramin Amran, Bertempat di gedung baru Lab Terpadu Aula Fakultas Kedokteran Unisa. FOTO: MAL/IWAN

PALU- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, kembali telorkan dua puluh dokter baru dan delapan dokter muda, Jumat (18/9).

Bertempat di gedung baru Lab Terpadu Aula Fakultas Kedokteran Unisa, ke-20 dokter dan delapan dokter muda itu diambil janji dan sumpah dokter oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. H. A. Mukramin Amran didampingi para rohaniawan dari agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Hindu.

Turut hadir pada acara janji sumpah dokter itu, Plt. Ketua Utama Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Umar Alatas dan para Wakil Rektor.

Dalam sambutannya, dr. H.A. Mukramin Amran menegaskan bahwa dokter sesungguhnya itu adalah dokter yang bisa membuat pasien dan keluarga pasien bahagia. Selain itu, seorang dokter yang baik itu mampu menghormati sesama serta menjaga profesi dokter sesuai maklumat yang tertuang dalam janji sumpah dokter.

Senada dengan hal itu, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri mengatakan, dalam konsep Islam, barang siapa yang memberikan kebahagiaan pada orang lain, maka dia akan mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.

“Allah akan menolong hambanya, jika hamba tesebut ikhlas membantu sesama, karena sesungguhnya tidak ada kebahagiaan selain membuat orang merasakan senang dengan perbuatan kita,” kata Habib Alwi.

Ketua Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, Habib Ali bin Muhammad Aljufri mengatakan, sumpah dan janji bukan hal yang mudah, mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, karena yang dihadapi adalah masyarakat, seorang dokter kata Habib, harus memiliki hati seluas lautan, mampu menampung apa saja, namun rasa airnya tidak berubah.

“Saya kalau sakit, liat dokter, hati saya senang dan bahagia, karena dokter telah memenangkan hati saya, dengan perhatian dan kasih sayangnya,” ujar habib.

Dokter Alkhairaat itu kata Habib, adalah dokter yang seiris antara kata hati dan bibir, bukan lain di bibir lain di hati. Karena sesungguhnya senyum yang sebenarnya itu ada di hati.

Janji dan sumpah lanjut habib, memiliki pertanggungjawaban yang berat di sisi Tuhan, tidak hanya manusia yang melihat, tapi Allah juga melihat dan mendengar apa yang kalian ucapkan.

“Nama kalian telah dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid. Janji letakkan dihati, sumpah lebih berat lagi, selaku manusia ujian pasti berat, namun tidak ada yang berat jika sandaran kalian adalah Sang Maha Pencipta. ingat, dokter Alkhairaat, harus meyakini bahwa Allah, Tuhan yang Maha Esa yang menyembuhkan. Setiap dokter selalu mengingatkan pasiennya, sebelum minum obat untuk selalu mengingat Tuhannya,” kata Habib Ali mengingatkan.

Habib Ali juga mengingatkan, para dokter Unisa agar senantiasa menjaga akhlak dan budi pekerti yang baik, seperti yang diajarkan Habib Idrus bin Salim Aljufri. Bahwa dengan ilmu dan akhlak niscaya kalian akan meraih kesuksesan. Karena niat yang baik saja belum cukup tanpa ilmu pengetahuan.

Uswah Khaerani dan Adiyat Syeh Aldjufri meraih predikat sarjana kedokteran terbaik. Sementara untuk profesi dokter, dr. Tri Muliani dan dr Muh. Farayat Arif Sugiharto Ruslan Ramli meraih yang terbaik dengan Indeks prestasi kumulatif, 3,92 predikat pujian.

Reporter Iwan Laki
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha