Festival Pranata Budaya Dihadiri Kemendes PDT

oleh
Perwakilan Kemendes PDT, Hasrul didampingi Bupati Parimo, Samsulrizal Tombolotutu dan Sekkab Ardi Kadir dan kadis Kesbangpol Mahmud Tanju, saat membuka acara. (FOTO: MAL/MAWAN)

PARIGI – Festival Pranata Adat Budaya untuk Kedamaian yang berloaksi di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang diwakili Direktur Pengamanan Daerah Pasca Konflik, Direktorat Pengamanan Daerah Tertentu, Hasrul Edyar bersama rombongan.

Di kegiatan ini, sejumlah adat budaya dari 23 kecamatan, ditampilkan.

Direktur Pengamanan Daerah Konflik, Hasrul Edyar, mengaku bangga kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong yang masyarakatnya bisa hidup damai bergandengan tangan membangun wilayah itu.

Menurut dia, keberhasilan Pemkab dan pemerintah desa dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan, tergantung kekompakan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Ia berharap, melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk kedamian, dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali forum diskusi desa untuk mewujudkan ketahanan sosial maupun ketahanan ekonomi.

“Tujuan kegiatan forum perdamian dan Festival Pranata Adat ini adalah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya.

Tidak hanya itu, pranata adat juga bertujuan semakin menumbuhkembagkan kecintaan keragamaan budaya yang dikemas dalam Bhineka Tunggal Ika.

Lebih lanjut, kata dia, Kabupaten Parigi Moutong adalah Kabupaten yang luar biasa karena masyarakatnya walaupun berbeda suku agama dan ras tetapi bersatu hidup dalam kedamaian dan ketentraman.

“Walaupun berbeda agama ataupun etnis, kami yakin Parigi Moutong bisa menjadi barometer Indonesia, walaupun berbatasan dengan dearah konflik tapi tidak terpengaruh,” jelasnya.

Melalui Festival Pranata Adat Budaya, pertanda bahwa daerah ini menjaga persatuan dan kesatuan dan melestarikan budaya dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Kami berjanji akan menyebarkan ke seluruh nusantara bahwa Parigi Moutong luar biasa. Kami akan sampaikan, datanglah di sana sangat indah dan ini bisa jadi familiar karena keanekaragamannya sungguh menakjubkan,” tutupnya.

Kegiatan Festival Pranata Adat Budaya untuk Perdamaian diakhiri dengan peninjauan stand pameran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pameran BumDes. (MAWAN)