BKKBN Tingkatkan Pengetahuan OPD Tentang Profil Program KKBPK

oleh
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton saat menyampaikan sambutan diacara pembukaan sosialisasi penyediaan informasi peringatan dini dampak kependudukan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten/kota se Sulteng, di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (21/05) sore (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulteng, melaksanakan, Selasa (21/05) sore, melaksanakan Diseminasi dan advokasi pemanfaatan data profil program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), dalam perencanaan pembangunan daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan Sosialisasi penyediaan informasi peringatan dini dampak kependudukan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten/kota se Sulteng.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton menyampaikan, diseminasi dan advokasi pemanfaatan data profil, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang data profil dan program KKBPK, tersebar luasnya informasi data profil tentang program KKBPK dan terakomodasinya data profil kependudukan dalam rencana pembangunan daerah.

Sementara, sosialisasi peringatan dini  untuk meningkatkan pengetahuan pengelola program di kabupaten/kota, tentang peringatan dini dampak kependudukan, dan terwujudnya kesamaan pengertian, penafsiran dan persepsi dalam memberikan infomasi peringatan dini dampak kependudukan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota serta desa dan keluarahan.

Dia mengatakan, kondisi yang sangat dilematis saat ini, satu sisi pemerintah kabupaten/kota ditempatkan sebagai ujung tombak pembagunan, di sisi lainnya adalah minimnya ketersediaan data dan indicator di tingkat kabupaten/kota.

“Komponen kelahiran yang bisa diukur dengan TFR (Total Fertility Rate-total rata-rata kelahiran), namun data mengenai TFR hanya bisa diukur dengan angka kematian bayi atau angka harapan hidup. Permasalahan mobilitas penduduk di tingkat kabupaten/kota juga sulit,” katanya.

Menurutnya, informasi peringatan dini dampak kependudukan yang diberikan merupakan suatu hasil studi yang terus menerus atas masalah dan solusinya. Olehnya Tenny menilai, hal itu diperlukan untuk dapat menemukan solusi yang tepat, atas masalah dan dinamika persoalan yang dihadapi.

“Informasi peringatan dini dampak kependudukan dihasilkan melalui serangkaian analisis situasi kependudukan. Analisis dampak kependudukan, analisis kebijakan kependudukan dan pemodelan pengendalian dampak kependudukan, serta analisis yang sistematis berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang akan menjadi alat untuk terlaksananya system peringatan dini, dampak kependudukan bagi segenap pemangku kepentingan,” jelasnya.

Olehnya diharapkannya kegiatan itu, dapat membantu tersosialisasinya data profil kependudukan dan terakomodasinya parameter dan dan proyeksi kependudukan dalam rencana pembangunan daerah, dan tersedianya informasi peringatan dini dampak kependudukan di masing-masing kabupaten/kota di Sulteng.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Palu itu diikuti 50 peserta. Terdiri dari  peserta diseminasi dan advokasi pemanfaatan data profil, satu kepala bidang yang menangani pengendalian penduduk pada kantor Bapeda kabupaten/kota, satu kepala seksi yang menangani data dan perencanaan pada Bapeda kabupaten/kota.

Sementara untuk peserta kegiatan peringatan dini dampak kependudukan berasal dari OPD KB kabupaten/kota, yakni 24 perwakilan OPD KB kabupaten, empat perwakilan dari OPD KB Kota Palu, dua perwakilan OPD KB Provinsi, lima perwakilan KMK dan 15 peserta local. (YAMIN)