SIGI — Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairat Kabupaten Sigi, Yahya Landua, resmi melantik Pengurus Ranting Alkhairat Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Sabtu (11/04). Pelantikan ini dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal bertema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan.”
Dalam sambutannya, Yahya menegaskan bahwa keberadaan pengurus ranting memiliki peran strategis sebagai ujung tombak organisasi, khususnya dalam penguatan pendidikan keagamaan di tingkat desa.
“Jangan dianggap setelah selesai pelantikan ini, selesai juga urusan kita sebagai pengurus Alkhairat ranting. Tanggung jawab kita cukup besar ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengurus ranting harus aktif dan responsif terhadap berbagai persoalan, terutama terkait keberlangsungan lembaga pendidikan seperti Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).
“Kalau ada MDA yang tidak aktif, pengurus harus segera mencari solusi bagaimana menghidupkannya kembali,” tegasnya.
Menurut Yahya, pengurus ranting tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membina generasi muda melalui pendidikan agama.
“Ketika guru agama bisa mendidik anak-anak kita dengan baik, insyaallah mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk seperti narkoba. Tapi kalau pendidikan agama tidak berjalan baik, maka anak-anak kita mudah terjerumus dalam persoalan akhlak,” katanya.
Ia juga mengingatkan seriusnya ancaman narkoba bagi generasi muda.
“Kalau anak kita sudah tersentuh narkoba, pilihannya hanya dua yakni, kalau bukan gila maka mati,” tekannya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus ranting untuk memaksimalkan peran dalam mendukung dan membina sekolah-sekolah Alkhairat di wilayah masing-masing.
“Pembinaan terhadap anak-anak dalam bidang keagamaan ini pahalanya besar, apalagi kalau kita turut membantu para guru Alkhairat,” tambahnya.
Selain itu, Yahya turut memberikan pesan kepada kepala madrasah dan para guru agar menjadi teladan bagi peserta didik.
“Kepala madrasah harus menunjukkan contoh yang baik. Guru-guru harus datang lebih awal dari murid. Jangan sampai murid sudah datang, gurunya belum ada. Guru itu harus menjadi teladan,” pesannya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi pengurus ranting untuk memperkuat peran dan komitmen dalam memajukan pendidikan keagamaan serta menjaga generasi muda di Desa Salua dan sekitarnya.

