TOUNA – Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, Selasa (17/2).
Aksi tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan upaya sejumlah oknum yang dinilai menghambat realisasi program pemerintah itu.
Ketua Aliansi, Safrin Longku menegaskan, aksi ini dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial (medsos) dan dinilai mengganggu proses pembangunan.
“Aksi ini kami lakukan untuk menepis informasi yang dinilai mengganggu proses realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di tanah Tojo,” tegas Safrin.
Selain itu, ia menyayangkan langkah aparat penegak hukum yang memanggil warga pemilik lahan untuk diperiksa. Padahal, warga secara ikhlas menyerahkan tanah mereka kepada pemerintah demi pembangunan sekolah tersebut.
“Kami sangat menyayangkan tindakan pemanggilan terhadap warga pemilik lahan. Mereka dengan ikhlas memberikan tanahnya untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Aliansi menilai pembangunan Sekolah Rakyat harus dipertahankan karena pendidikan merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap oknum yang dianggap menyebarkan fitnah, opini, serta berita hoaks yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat Tojo Una-Una,” pintanya.
Dalam tuntutannya, massa meminta percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Betaua sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dan mendesak Pemerintah Daerah Tojo Unauna segera menuntaskan persoalan yang dinilai menghambat proses pembangunan.
Selain itu, mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Sulawesi Tengah dan Kejaksaan Negeri, menghentikan segala bentuk tindakan yang dinilai sebagai kriminalisasi terhadap masyarakat Desa Betaua dan Kabupaten Tojo Una-Una terkait pembangunan Sekolah Rakyat.
Massa juga meminta agar pemanggilan terhadap warga pemilik lahan dihentikan karena dianggap tidak tepat dan bertentangan dengan prosedur yang telah dijalankan warga.
“Kami berharap suara masyarakat didengar Presiden Prabowo agar program nasional tersebut dapat berjalan tanpa hambatan,” pinta mereka.
Sementara itu, Kepala Desa Betaua, Irham Tawalili menegaskan, masyarakat menginginkan proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar.
“Kami masyarakat Betaua menginginkan agar proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar tanpa hambatan. Program ini menjawab Asta Cita Bapak Presiden. Sehingga pembangunan harus segera direalisasikan,” tandasnya.

