Warga Mengantri Ikut Vaksinasi di Unisa

oleh -105 Kali Dilihat
Suasana Vaksinasi di Kampus Universitas Alkhairaat. Ahad, (12/9). (FOTO: IWAN)

PALU- Kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi pencegahan penularan Covid-19, sudah meningkat. Hal itu terlihat sejak pukul enam pagi, warga sudah mengantri untuk mendapatkan vaksinasi gratis, di lantai dasar aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa), Ahad (12/9).

Salah seorang warga yang enggan ditulis namanya mengaku mendaftar melalui bitly atau mendaftar secara online, seperti yang tertera di flayer yang tersebar di media sosial. Ia datang bersama dua orang anaknya yang duduk di bangku SMA dan SMP.

“Alhamdulilah pelayanannya sangat baik, selain ramah, petugasnya sangat banyak membantu tidak berbelit-belit. Pokoknya kami dimudahkan, tidak perlu memperlihatkan hasil swab atau PCR. Kami cukup diukur suhu tubuh melalui softgun, memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun,” kata Dosen Prodi Ekonomi Syariah itu, usai mendampingi kedua anaknya.

dr. Muhammad Zulfikar yang ditemui media ini sebelum vaksinasi mengatakan, kerjasama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mamboro Palu yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyiapkan lima ratus dosis untuk vaksinasi di FK Unisa.

“FK Unisa menyiapkan aula ini karena karena link pendaftaran yang kami buka langsung full. Ini membuktikan antusias masyarakat sangat tinggi. Kami melihat kesadaran masyarakat setiap hari semakin meningkat. Semoga berjalan lancar hingga tercapai herd immunity,” kata dokter spesialis anestesi ini.

Untuk Alkhairaat, lanjut dr. Zulfikar, saat ini, pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan kementerian kesehatan, suratnya sudah diteken, tinggal dikirim.

“Kami menargetkan dua ribu dosis untuk wilayah Sulawesi Tengah, khususnya dikantong-kantong Alkhairaat dan lintas agama,”singkatnya.

dr. Ali Palandro, dosen FK Unisa menambahkan, pekan dekan mereka akan melakukan vaksinasi di kabupaten Morowali, bekerjasama dengan Komisariat Daerah (Komda), Alkhairaat setempat.

Reporter: Iwan Laki
Editor:
Nanang