PALU – Viral pemberitaan penculikan anak di Sigi di media sosial sejak Selasa (17/1) pekan ini, mendapatkan tanggapan dari keluarga NM (12), anak yang diduga diculik tersebut. Justru keluarganya merasa tidak yakin dengan penculikan tersebut.

Paman yang juga sebagai pengasuh anak tersebut, Agus mengatakan, belum dapat memastikan sebagai kasus penculikan.

“Belum bisa dipastikan itu penculikan atau tidak, Kalau sekarang belum kami iyakan itu penculikan, karena ini anak sampai saat ini masih bingung mau menjawab atas kejadian yang tertimpa padanya. Kayaknya anak tersebut trauma dan ketakutan begitu,” ujar Agus, yang juga kepala Dusun I, Desa Sibowi itu, kepada sejumlah media, Kamis (19/1).

Agus sendiri, yakin anak tersebut bukan korban penculikan, meskipun mengaku diambil orang.

“Saya juga belum yakin karena anak-anak ini masih ketakutan. Anak ini bilang dibawa orang, cuma saya belum bisa iyakan penculikan atau tidak,” ujar Agus.

Menurut Agus, Informasi yang tersebar di Medsos sudah dilebih-lebihkan. Misalnya kabar, anak tersebut lompat dari mobil.

“Cuma kalau posisi ini anak lari ketakutan, karena memang posisinya ditemukan anak pulang dari masjid itu, menangkap (mendapatkan, red) ini anak dalam posisi ketakutan dan mengamuk kayak mau diambil orang,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, anak tersebut saat ini sementara dibawa ke rumah orangtuanya di Palolo.

“Makanya sekarang anak ini saya ungsikan ke rumah orangtuanya. Karena ini anak bukan anak saya, tapi kemenakan. Cuma dari kecil saya rawat, karena bapaknya tugas sebagai kepala sekolah di Palolo. Saya amankan ke Palolo dulu karena di rumah sini (Sibowi, red) banyak yang tanya-tanya seperti tetangga, sepupu, dan keluarga,” katanya.

Sebelumnya kabar tersebut beredar di media sosial dugaan kasus penculikan anak di Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Rabu (18/1/2023) pukul 17.00 Wita.

Polisi juga lewat Kabag Humas Polres Sigi sudah mengklarifikasi, dari keterangan yang didapatkan dari anak tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai korban penculikan. Diduga anak tersebut, hanya karena ketakutan lalu mengaku diambil orang.

Selain itu, anak tersebut kemungkinan hanyalah korban tersesat, sebab dia keluar dari rumah usai bertengkar memperebutkan handphone dengan saudara kembarnya.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG