TOUNA – Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, melakukan kunjungan ke Desa Wakai, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), untuk menemui Ripson Lawadang dan anaknya, Galang, yang sebelumnya viral di media sosial karena kisah memilukan terkait kendala ekonomi dan pendidikan.

Didampingi oleh Bupati Touna Ilham Lawidu, Wakil Bupati Surya, Kajari Touna Pilipus Siahaan, unsur TNI-Polri, dan sejumlah pejabat daerah lainnya,

Akbar menyampaikan klarifikasi langsung terkait isu yang berkembang mengenai tidak adanya bantuan dari pemerintah kepada keluarga Galang.

“Isu-isu bahwa pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tidak memberikan bantuan itu tidak betul. Bantuan sudah sejak lama diberikan kepada keluarga adik Galang,” tegas Akbar saat diwawancarai usai kunjungan, Ahad (15/6).

Viralnya kisah Galang bermula dari unggahan video sang ayah di media sosial yang menyatakan tidak sanggup menyekolahkan anaknya karena faktor ekonomi. Galang tampak menangis dalam video tersebut karena keinginannya untuk tetap bersekolah.

Ayahnya juga mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dan menyebut adanya perundungan di sekolah, yang kemudian dibantah oleh pihak sekolah dan pemerintah daerah melalui klarifikasi resmi.

Dalam kunjungan tersebut, Galang juga dijemput langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Touna, Jafar M. Amin, yang masih memiliki hubungan keluarga dan telah mendapat persetujuan dari Ripson untuk mengasuh serta melanjutkan pendidikan Galang.

Terkait penyaluran bantuan, Akbar mengungkap adanya laporan penyalahgunaan donasi masyarakat yang telah diterima oleh pihak keluarga.

“Memang ada informasi soal bantuan yang tidak digunakan sesuai peruntukannya. Tapi kami sepakat untuk tidak lagi melihat ke belakang,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, Akbar menjelaskan bahwa ke depan, donasi untuk Galang akan dikelola melalui rekening khusus di Bank BRI, yang hanya bisa dicairkan dengan persetujuan dua pihak wali resmi dan koordinator yang ditunjuk.

“Dengan sistem dua otoritas ini, insyaallah bantuan dari masyarakat bisa digunakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam merespons kasus serupa, tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah provinsi dan pusat.

“Banyak tantangan ke depan. Ini tanggung jawab bersama. Kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa yang akan datang,” pungkas Akbar.

Reporter : Rahmat
Editor : Yamin