Vaksinasi Nakes di Sulteng Masih 82 Persen

oleh -
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendra. (FOTO : MAL/FALDI)

PALU – Pencapaian proses vaksinasi tahap pertama terhadap seluruh tenaga kesehatan (Nakes) di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga kini masih berada dalam angka 82 persen, dengan rincian 18 ribuan Nakes.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi belum terpenuhinya 100 persen Nakes untuk divaksin, diantaranya adalah banyaknya jumlah Nakes yang terpapar covid 19, dan belum melewati masa pemulihan selama tiga bulan berdasarkan prosedur vaksin covid 19.

Selain itu, juga terdapat riwayat penyakit yang tidak membolehkan bagi seorang individu untuk dilakukan vaksin.

“Ada jugakan itu ditunda sementara, karena saat dilakukan tensi darah itu tinggi, karena sebenarnya vaksinnya sudah ada, tinggal orangnya saja yang belum datang. Karena ini tenaga kesehatan semua tahap pertama,” Ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendra, Selasa (23/02).

Kata I Komang, faktor lain yang sangat mempengaruhi proses vaksinasi terhadap nakes disulteng adalah, kondisi geografis wilayah Sulteng yang memiliki daerah di pulau-pulau.

Daerah-daerah kepulauan tersebut seperti Banggai Kepulauan, Banggai, dan Tojo Una-una. Sehingga mengharuskan menggunakan transportasi laut dengan kondisi cuaca yang mendukung, bagi nakes untuk menuju ketempat-tempat yang telah ditentukan dapat melakukan vaksin.

Diketahui, pihak Dinkes Sulteng menargetkan sebanyak 23.151 tenaga kesehatan akan selesai dilakukan vaksin dengan dosis 18190 pada akhir Februari 2021 nanti.

Sementara itu, salah satu Puskesmas yang ada di wilayah Kota Palu, dengan total target layanan terhadap 78 Nakes, dalam sehari hanya kedatangan 2 sampai 3 orang saja.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesling Dinkes Palu, drg. Lutfiah, merinci hingga 27 Januari baru 24 persen dari total target vaksinasi sebanyak 5.501 Nakes.

Lutfiah menyebut selain karena masih adanya nakes yang belum mendaftar ulang, banyaknya target yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan awal jadi penyebab rendahnya capaian itu.

“Memang capaiannya masih rendah. Kami terus mengimbau nakes agar mau divaksin sebagai contoh untuk masyarakat,” terang Lutfiah.

Lutfiah menambahkan, untuk mempermudah akses Nakes mendapat vaksinasi, pihaknya telah menunjuk 23 fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas untuk layanan tersebut.

Di tahap kedua penyuntikan vaksin di Kota Palu sendiri, tidak sedikit Nakes yang baru mendaftarkan diri kembali di puskesmas dan rumah sakit untuk divaksin pertama kali.

Reporter : Faldi
Editor : Yamin