PALU – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tengah (Sulteng) dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri melalui program beasiswa bagi mahasiswa vokasi.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Tadulako (Untad) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam penyediaan beasiswa penuh bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Penandatanganan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulteng, bertepatan dengan rangkaian kegiatan HUT ke-62 provinsi, Senin (13/4).
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Untad, Andi Arham Adam, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Yuli Asmi Rahman, serta disaksikan langsung oleh Rektor Untad, Amar.
Program beasiswa ini difokuskan pada dua program studi vokasi, yakni D4 Manufaktur dan D4 Kelistrikan, sebagai bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah yang berbasis kebutuhan industri.
Rektor Untad menyebutkan bahwa program tersebut telah memasuki tahun kedua dan menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa beban biaya kuliah.
“Beasiswa ini menanggung seluruh biaya UKT selama masa studi dan terbuka melalui berbagai jalur seleksi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak disertai ikatan kerja setelah lulus, melainkan sebagai bentuk kontribusi industri dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Berani Cerdas.
Meski demikian, mahasiswa penerima tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti program magang atau kerja praktik di lingkungan IMIP sebagai bagian dari penguatan kompetensi.
Untad mencatat, hingga saat ini hampir 700 alumninya telah terserap di kawasan industri Morowali, dan jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat.
Melalui kerja sama ini, Untad menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri untuk mendukung pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berdaya saing di usia ke-62 tahun.

